Thursday, October 18, 2018

Download Buku Meneliti Itu Seru!!!


Ikut menghadiri kegiatan Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) tingkat SMA/MA 2018 merupakan kesempatan emas. Kesempatan itu penulis ambil untuk banyak menimba ilmu khususnya ilmu dibidang kepenelitian untuk membimbing siswa. Selain melihat exspo hasil penelitian siswa finalis OPSI perwakilan provinsi masing-masing, penulis juga dapat kesempatan untuk mengikuti seminar dengan tema Meneliti Itu Seru!!! yang merupakan tema OPSI tahun ini.
Wah senangnya lagi setiap peserta seminar dapat buku Meneliti Itu Seru!!! Terbitan Kemdikbud yang tidak diperdagangkan lho. Nah berikut sekilas isi buku tersebut:
Pada bagian awal dituliskan tentang Pelopor Peneliti Dunia yang mengulas kisah Archimedes, Ibnu Sina, Alexander Flemming dan Mark Zuckerberg. Dilanjut dengan kilasan tentang kisah peneliti muda Indonesia yang telah juara ditingkat Internasional yang di rangkum dalam tajuk Dunia memerlukanmu, Peneliti Muda!
Berikutnya buku ini sendiri terdiri dari 6 bab yang mengulas tentang bagaimana meneliti, menemukan ide, publikasi hasil penelitian hingga etika dalam penelitian. Nah lebih detail lagi teman-teman yang kemarin tidak berkesempatan hadir dan ingi tau tentang serunya meneliti dapat kalian lihat video diatas, berikut sekaligus dapat kalian dapatkan link Dwonload e-booknya lho. Wah pasti kalian suka kan?



Tuesday, October 16, 2018

Menggagas Kurikulum Bencana


Tayang di Opini Koran Tribun Jateng
Selasa, 16 Oktober 2018
Berita duka dari 2090 lebih korban jiwa tersugguh dihadapan kita dari bencana gempa tsunami Palu dan Donggala. Belum sembuh pilu ini dari duka sebelumnya ditambah lagi gempa Situbondo yang juga memakan korban jiwa. Memang tsunami, gempa bumi, putting beliung, badai petir, tanah longsor, gunung meletus, kebakaran hutan, luapan lumpur, rob, banjir, kekeringan hingga likuivasi adalah deretan bencana alam yang bisa dikata familier ditelinga kita. Mengingat bencana-bencana itulah yang sering menimpa negrikita, seakan tiada henti sejak Tsunami Aceh tahun 2004 hingga sekaran bencana silih berganti menimpa Negara kita. Bahkan tidak cukup sampai disitu, runtutan potensi bencana yang mungkin menerpa bisa dikatakan merata dari Sabang sampai Merauke. Maka tidak salah jika kita mengatakan bahwa Indonesia merupakan daerah rawan bencana. Lantas sudah siapkah kita menghadapi semua itu? Tentu tidak semua orang menjawab siap, mengingat setiap terjadi bencana, setiap kali pula hal tersebut memakan banyak korban jiwa.
Melihat kenyataan tersebut sepertinya sudah saatnya kurikulum bencana diintegrasikan kedalam kurikulum pembelajaran nasional. Buku saku panduan bencana memang sudah disusun dan diedarkan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sejak 2017 lalu. Didalam buku saku tersebut dikatakan bahwa adanya buku itu tidak menjamin keselamatan, namun memberikan pedoman secara umum untuk kesiap siagaan. Latihan merupakan upaya nyata untuk meningkatkan kesiap siagaan menghadapi bencana. Tapi kenyataan dilapangan belum semua masyarakat atau khususnya intitusi pendidikan melakukan simulasi seperti apa yang telah diarahkan dalam buku saku tersebut. Sekali lagi implementasi kurikulum bencana perlu sejak dini diterapkan di kurikulum nasional, minimal terintegrasi dalam kurikulum pramuka yang sudah diwajibkan untuk seluruh siswa. Ataupun diselipkan dibeberapa materi pelajaran yang berkaitan dengan bencana baik di IPA maupun di mapel Geografi.
Lantas mulai darimana? Pertannyaan berikutnya yang mugkin muncul di benak kita. Tentu tiap daerah mempunyai karakter topografi yang berbeda, lewat BMKG tentu kita bisa mendapatkan data dan prediksi bencana apa saja yang mungkin melanda wilayak kita. Dari data itulah dapat kita petakan  semacam zonasi wilayah rawan bencana, untuk itu kurikulum bencana yang sesuai dengan karakteristik masing masing daerah tersebut yang minimal wajib disampaikan dan diketahui oleh siswa maupun warga sehingga kapanpun terjadi bencana tentu mereka sudah siap dalam penanggulangannya. Dan tentu setiap bencana memiliki penanggulangan, penanganan, cara penyelamatan diri hingga cara evakuasi yang berbeda. Tidak salahkan kalau kita sebagai siswa maupun wargga sudah lihai dalam urusan itu semua. Sehingga jika terjadi bencana kitapun siap membantu evakuasi tanpa harus menunggu dan mengandalkan bantuan utama dari BNPB.
Berdasarkan hal tersebut, ada tiga hal yang wajib kita kuasai dalam penanggulangan bencana berdasarkan karakteristik yang dimiliki masing-masing bencana versi www.hopeindonesia.org. Pertama, mulai dari pahami karakteristik masing-masing bencana yang ada. Mulai dari karakteristik, jika mungkin tanda-tanda/gejala, bisa dari detektor yang ada ataupun prediksi dari BMKG setempat. Hingga posisi pengamanna diri saat terjadi bencana sangatlah perlu kita ketahui untuk meminimalisir terjadinya korban jiwa.
Kedua, kenali dan waspadai resiko yang mungkin akan terjadi saat terjadi bencana alam tersebut. Tentu beda bencana beda pula resiko yang ditimbulkan. Dan tentu hal tersebut tidak akan diketaui dan dimengerti kalau tidak disampaikan atau diajarkan ataupun disimulasikan. Yang sudah sering kita lihat dibeberapa tempat adalah tulisan jalur evakuasi ataupun titik kumpul, hal tersebut menunjukkan kewaspadaan dan kesiapan diwilayah tersebut jikalau terjadi bencana. Tapi sudahkah semua begitu? Tentu belum jawabnya.
Ketiga, tangani. Penanganan sebelum, saat dan pasca terjadi bencana tentu berbeda. Penangan sebelum artinya siapapun wajib tahu ilmu penyelamatan ataupun penanggulangaan saat terjadi bencana, untuk itu ilmu tersebut peril disampaikan dikurikulum pembelajaran. Sedangkan saat terjadi bencana tentu implementasi dari ilmu yang telah kita dapat dan pelajari untuk penyelamatan diri, baik untuk menyelamatkan diri sendiri maupun upaya penyelamatan kepada orang lain. Dan tentu untuk melatih hal tersebut butuh simulasi sebelumnya agar kesiap siagaan atau kecakapan selalu ada pada masing-masing siswa dan masyarakat.
Terakhir penanganan pasca atau setelah terjadi bencana atau bisa dikata evakuasi. Apakah kita harus menunggu dari Basarnas turun lapangan? Ataukah kita harus segera bertindak? Kalau kita tahu ilmunya tentu segera bertindak adalah pilih tepat untuk kemungkinan menyelamatkan orang lain yang masih bisa tertolong. Jika ketiga hal tersebut sudah dikuasai siswa sejak dini tentu kesigapan saat mereka besar kelak akan tumbuh dan tentu harapan banyaknya korban jiwa akan terminimalisir saat terjadi bencana. Sekarang bukan lagi sekedar hanya menggalang dana tapi juga aksi nyata untuk selalu siaga dalam menghadapi bencana. Semoga!







Saturday, October 13, 2018

7 Hal yang Dibutuhkan Bagi Peneliti Belia


Berani Berkreasi, Berani Berinovasi” itu lah tema yang diambil dalam Fun Seminar Riset Itu mennyenangkan yang dibawakan oleh dua pembimbing riset di SMA Kebon Dalem  Sabtu 13 Oktober kemarin. Sekolah yang memiliki branding Sekolah Riset ini telah sukses diberbagai ajang perlombaan karya tulis ilmiah remaja baik di tingkat kota hingga internasional. Hal tersebut tidak lepas dari duet maut pengajar Biologi dan Fisika disekolah itu. Lewat keuletan dan kreatifitas mereka mampu membangkitkan semangat anak untuk mencintai dunia penelitian, terlebih laoran riset telah dijadikan syarat kelulusan bagi siswa disana. Dalam kesempatan ini beliau berdua mengundan sekolah mitra untuk sekedar berbagi pengalaman, suka duka hingga kiat sukses dalam menggeluti dunia riset dikalangan remaja.

       Kemampuaan meneliti layaknya dimiliki oleh setiap remaja, mengingat maju dan tidaknya suatu Negara tidak lepas dari suksesnya dunia penelitian yang ada di Negara tersebut. Kemampuan 5M yang wajib terintegrasi dalam setiap pembelajaran haruslah melekat pada diri anak. Karena dengan kemampuan tersebut anak akan dapat menemukan, mengolah, menganalisis hingga memecahkan masalah yang ada disekitar, baik masalah lingkungan maupun masalah sosial. Untuk mendukung hal tersebut tentu sekolah perlu menggandeng universitas ataupun universitas yang turun lapangan untuk menularkan ilmu-ilmu baru yang ada. Sehingga kedepan riset sudahlah menjadi bagian dari hidup setiap warga, nah dengan begitu berita-berita hoax tak lagi bisa mengena masyarakat kita.

         Dalam sesi materi, Vera Natalia selaku guru pembimbing tim riset biologi menyodorkan selembar daun kering kepeserta,
“Kira-kira kalau kita dikasih selembar daun kering mau tidak?
“Mau”, jawa peserta.
“Tapi kalau saya suruh bayar Rp. 10.000 apakah masih mau?” imbuhnya.
“Peserta pikir-pikir”,

         Dalam dunia riset hal yang layaknya menjdai sampah bukan tidak mungkin menjadi barang yang nilainya menjadi berlipat ganda. Tentu dengan inovasi dan kreativitas untuk mengkreasi barang tersebut menjadi sesuatu yang bermanfaat. Menarik bukan? Untuk itu bagi kalian para peneliti belia, calon peneliti massa depan dunia perlu mencermati 7 kunci yang dibutuhkan bagi peneliti belia ala Ibu Vera Natalia, S.Si dari SMA Kebondalem.
Berikut 7 Hal yang Dibutuhkan Bagi Peneliti Belia:

1.   Waktu
Pengorbanan waktu tentu dibutuhkan untuk melakukan penelitian, ketinggalan pelajaran dari teman yang lain tentu itu wajar karena disaat yang lain pelajaran kalian melakukan penelitian. Lembur untuk membuat laporan penelitiaan pun sudah layaknya kalian lakukan untuk menang.

2.   Love
Lakukan semua proses dengan cinta, karena dengan cinta hal seberat apapun, sesulit apapun akan terasa lebih ringan, gampang dan menyenangkan. Hehe layaknya saat kalian jatuh cinta, apapun akan kalian lakukan untuk sang pujaan.

3.   Spirit
Semangat untuk terus berjuang melakukan yang terbaik untuk kemenangan tentu wajib hukumnya bagi kalian hingga penelitian kalian berhasil.

4.   Kreatif
Sentuhan kreatifitas sangatlah dibutuhkan untuk mengubah hal-hal yang tidak beermanfaat menjadi bermanfaat. Terlebih hingga bisa menghasilkan uang, kreativitas sangat dibutuhkan disitu.

5.   Power
Selain semagat, power atau tenaga ekstra dalam melakukan penelitiaan juga perlu menginggat terkadan dalam penelitiaan tertentu membutuhkan waktu ekstra sehingga tenaga ekstrapun wajib dalam menjalaninya.

6.   Passion
Apahalnya jika passion tidak ada pada diri kalian? Bosan tentu akan melanda dan ujung-ujungnya kemauan untuk mencobapun tidak akan muncul. Untuk itu lakukan dengan enjoy dalam melakukan penelitiaan selayaknya kalian melakukan hobby kalian. Hehe tentu jangan sampai beralasan ini bukan passion saya maka saya tidak akan melakukan penelitian ya!

7.    Fokus
Terakhir tentu kalian wajib fokus dalam melakukan penelitian, karena ini butuh keseriusan kalau kalian ingin menang. Saat kalian fokus tentu akan menghasilkan produk penelitian yang luar biasa bahkan dengan hanya mengganti beberapa variable satu penelitian yang kamu temukan akan bisa digunakan untuk berbagai judul penelitian. Hehe “Terus Fokus, satu titik, hanya itu, titik itu, tetap fokus kita kejar dan raih bintan ….” Itusih kata Via Vallen.

So semangat meneliti untuk berprestasi ya kaka'!

Friday, October 12, 2018

Kisi-Kisi dan latihan soal TO1 IPA 18/19

Wah Semangat! anak-anakKu, bentar lagi gak terasa dah mau Try Out 1 mandiri ni!
Tentu sudah siap bukan?
Tentu!
Mantap nih, sampai-sampai saking semangatnya pinjem buku adik kelas, weee buku kalian kemana kakak?

Gambar terkaitNah untuk mendampingi kalian belajar berikut Sir_m03L sampaikan kisi-kisi beserta latihan soalnya nih.
silahkan klik link berikut untuk mendownload:

dalam materi ini Sir_m03L sampaikan materi SKL dan Idikator UN 2018 beserta latihan soalnya. kerjakan dengan semangat dari setiap soal agar kalian lebih memahami masalah dari indikator yang disampaikan!

Semangat belajar yak!
Fokus, yakin bisa n selalu pegang prinsif KEJUJURAN yak agar lebih berkah ilmu yang kalian dapat! Serta endingnya sekolah harapan dapat kalian raih. Aamiin!

Tuesday, October 9, 2018

Mulai dari Nol

Bertemu teman baru, komunitas baru yang didampingi langsung oleh para maestro yang telah mendunia dengan karya kartoonnya tentu merupakan kesempatan langka. Kesempatan itu pun saya ambil dari Gold Pencil Indonesia untuk dapat menambah ilmu baru, ilmu yang bisa dikata lintas jalur dan tidak ada hubungannya dengan pekerjaan maupun keahlianku sebelumnya. Namun semangat berkarya dan berprestasi banyak saya dapatkan disini. Dua hari belajar menggambar yang tanpa dasar kemampuan sebelumnya, mulai dari nol. Akankah saya bisa menghasilkan karya bagus dibidang kartoon kedepannya?
"Bisa!" Jawab Coach Jitet yang telah menjelajah dunia dengan kartoonya.
Apa kuncinya?
Pertama, "Yakin", asal kalian yakin bisa tentu pasti bisa. Tidaklah mungkin kalian akan menghasilkan karya bagus jikalau kalian tidak yakin akan kemampuan kalian.

Kedua, "Terus berkarya", keyakinan sajapun tidak akan cukup jikalau kalian ogah-ogahan dalam berkarya. Mengingat menggambar mengandalkan skill, tentu itu perlu kita latih terus menerus sampai menjadi expert. Ingat teori 10.000 jam bukan? Hal tersebut dapat anda mulai dengan memaksa diri untuk mengambil pilihan dan mulai membuat jadwal untuk diri sendiri untuk terus mengeksplor kemampuan kalian.

Ketiga, "Ikuti isu Nasional maupun Internasional", cari berita dari media tarik isu isu tersebut ke komik.
Tuangkan ide mateng dari situ, cari icon yang mendalam tuangkan kedalam sebuah karya untuk menyampaikan pesan yang mendalam. Karena dalam dunia kartoon ide itu sentral.

Keempat, Kendalikan mood, karena kita tahu semangat selalu saja turun-naik,  jangan mepet persiapkan matang lakukan dikit demi sedikit dalam membuat karya hingga yakin karya kalian menjadi luarbiasa.

Adapun menurut master Jitet untuk menggali ide dalam pembuatan kartoon beliau sampaikan sebagai berikut:
1. Analogi
2. Membenturkan antara yang kuat dengan yang lemah
3. Membandingkan
4. Otak atik gatuk
5. Parodi
6. Memutarbalikan Logika
7. Plesetan

"Ide datang sekilas lalu melintas, dan itu harus langsung kalian tangkap." (Jitet Koestana)

Wednesday, September 12, 2018

Lomba Peneliti Belia Jawa Tengah 2018 (Date Line 1 Oktober 2018)

Dengar kata CYS (Center for Young Scientis) bagi para pelajar yang hobby penelitian tentu sangatlah senang. Kata LPB (Lomba Peneliti Belia) pastilah mengikuti otomatis.
Nah coba angkat tangan dan bilang Saya! bagi yang ingin jadi Peneliti!
Tentu semangat karena lomba ini akan mengantarkan kalian hingga ke tingkat Internasional. Diawali dari lomba tingkat regional/provinsi berlanjut ke tingkat Nasional hingga Internasional.

So siapkan penelitian pada bidang-bidang berikut yakkk:
1. Mathematics = M 
2. Physics = P 
3. Computer Science = CS 
4. Environmental Science = ES 
5. Life Sciences = LS  
6. History = H 
7. Geography = G 
8. Sociology = S 

Nah lihat ni teman negara mana saja yang akan bisa kalian kunjungi:
1. Juara kategori lomba Mathematics, Physics, Life Sciences, Environmental Science, dan Computer Science akan mendapatkan sertifikat juara dan diundang sebagai peserta Lomba Peneliti Belia Nasional 2018 yang akan berlangsung di Jakarta pada tanggal 15-17 November 2018, yang merupakan seleksi untuk Tim Indonesia dalam lomba penelitian internasional yang bernama ICYS 2018 (International Conference of Young Scientists) di Malaysia pada bulan April 2019 dan APCYS 2018 (Asia Pacific Conference of Young Scientists) di Rusia pada bulan November 2019, serta lomba lain di Mexico, Abu Dhabi, Tunisia, Turkey, Thailand, Korea dan USA. 
2. Juara kategori lomba History, Geography dan Sociology akan mengikuti Lomba Peneliti Belia  Nasional Bidang Sosial secara online untuk mengikuti lomba ICYSS 2019 di Slovenia 
Menarik bukan?

Yappp sebelum date line segera persiapkan yak penelitian terbaik kalian untuk siap dilombakan!

untuk mendapatkan info lebih lengkap silahkan klik link download panduan LPB Jateng 2018:

Bagaimana Juarai Display INOBEL?

Menindaklajuti artikel pertama per tanggal 11 September kemarin,  tentang "Mau Menjadi Juara INoBeL?". Banyak bersliweran pertanyaan yang masuk ke chat WA penulis yang menanyakan tentang bagaimana kunci dalam menampilkan display pameran produck inovasi pembelajaran hasil karya para finalis. Baik apa dari apa yang perlu dipersiapkan, dan harus bagai mana untuk bisa tembus 10 besar finalis INoBeL. Juara sebenarnya memang sudah kelihatan dari penilaian para Juri pakar, dinggal sesi terakhir penjurian wawancara dan display. Dan tentu wawancara sudalah biasa bagi sekelas guru yang telah masuk kontestasi Nasional. 
"Display", ini lah point besar berikutnya yang harus bisa para finalis rebut untuk bisa jadi Juara. Nah gak perlu panjang lebar lagi, berikut gambaran display yang pernah penulis sajikan dari karya penulis yang telah memenangkan beberapa kontestasi.
Nah minimal apa saja yang harus ada di display Inobel?
1. Cek ulang buku panduan lomba Inobel Terbaru tentang borang penilaian display. Syarat minimal hal tersebut harus anda penuhi.
2. Display harus "Waoooouuuu", yang bukan berarti heboh tanpa arti. Harus bisa semenarik mungkin bagi pengunjung, atau bisa dikata ciptakan magnet di stand display anda.

3. Display dalam bentuk Audio Visual akan sangat mendukung sekali. Mengingat semenit tayangan video bisa menggambarkan ribuan makna. Buat video tentang keunggulan karya anda serta pemanfaatannya dalam pembelajaran. Ingat posisi peletakan display digital ini juga harus anda pertimbangkan dan jangan sapai merusak suasana display menjadi tidak nyaman dilihat.
4. Siapkan brosur tentang ringkasan karya anda untuk dibagikan ke setiap pengunjung yag mampir ke stand anda selain barner yang telah anda buat. Tentu sambil persilakan mereka mengisi daftar hadir yang telah anda sediakan.
5. Terakhir tunjukkan hasil inovasi anda yang bener bener bisa di peragakan oleh setiap pengunjung stand. Dan tentu ingat durasi untuk mempraktekan jangan memakan waktu terlalu lama.

Ok semoga bisa memberi kemanfaatan. Selamat berjuang untuk menjadi pemenang. Tunjukkan yang terbaik, terus belajar, dan jangan lupa sebarkan ilmu yang telah anda miliki. Insyllah disitulah letak keberkahan Juara dan ilmu anda. 

Tulisan Ini akan Jauh Bermanfaat jika teman-teman sudi membagikannya ke yang lain. Semoga!.


Tuesday, September 11, 2018

Rahasia Menjadi Juara INOBEL


   Melihat pengumuman Finalis Nasional Inobel 2018 rasanya penulis perlu berbagi tentang "Mendesain Pembelajaran yang Kreatif dan Rekreatif", karena tentu hari ini banyak yang kecewa oleh sebab karya dan KTI yang sudah dipersiapkan mati-matian Allah mentakdirkan belum lolos ke ajang bergengsi ini. Mau menjadi Juara INOBEL nah tentu harus mampu mendesain pembelajaran yang kreatif dan rekreatif. Berikut penulis sampaikan juga link Video hasil karya penulis yang telah menjuarai event baik tingkat kota hingga Nasional:
“Dengan pembelajaran yang kreatif dan rekreatif anak akan selalu adiktif untuk belajar. Kreatif dalam mendesain atau menyusun pembelajarannya, rekreatif dalam pelaksanaanya akan membuat anak menjadi adiktif dalam melakukannya”. Itulah harapan terlaksananya sebuah kegiatan belajar mengajar yang kreatif serta rekreatif (baca : menghibur dan menyenangkan bagi siswa) sehingga dapat membuat siswa kecanduan untuk terus belajar.  
       Tentu sebagian dari kita sudah tahu program yang diluncurkan Kemdikbud sejak 2015 kemarin, yaitu program mengisi liburan bagi siswa SMA/SMK Belajar Bersama Maestro (BBM). Bukan teknisnya yang ditekankan akan tetapi interaksi dan inspirasi dari maestro itu yang jauh lebih berharga. Karena dengan begitu anak akan lebih mantap dan senang dalam menjalaninya (rekreatif). Terinspirasi untuk menjadi ahli dibidangnya itulah yang akan membuat anak terus ingin melakukan lebih dalam belajar (adiktif).
        Masalah akan muncul apabila kita sebagai seorang guru tidak bisa membawakan suasana belajar yang menyenangkan bagi anak. Tentu tanpa menghilangkan rasa hormat anak terhadap guru. Untuk itu disaat liburan anak yang bisa kita lakukan sebagai guru adalah mendesain dan mengembangkan RPP agar tercipta pembelajaran yang lebih kreatif dan rekreatif. Dengan tujuan besarnya akan tercipta pendidikan yang bermutu. Adapun Pendidikan yang bermutu adalah pendidikan yang berfungsi untuk menyiapkan peserta didik agar dapat menghadapi tantangan perubahan dalam kehidupan lokal, nasional, dan global melalui pembelajaran aktif, inovatif, kreatif, dan menyenangkan. 
        Oleh karena itu, pendidikan perlu dikembangkan secara berkelanjutan sesuai dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Sehingga kita dalam menjalankan sebuah pembelajaran perlu adanya penyesuaian dengan perkembangan jaman. Pembelajaran dijaman kita sekolah dulu tentu sudah jauh berbeda dengan pembelajaran yang harus kita jalankan untuk anak didik kita sekarang. Mengingat kita tumbuh dan berkembang serta mengenyam pendidikan diabad 20 sedangkan anak didik kita lahir dan dibesarkan diabad 21 yang serba sudah modern.
      Untuk mengatasi hal berikut akan penulis sampaikan beberapa langkah untuk mewujudkan pembelajaran yang lebih kreatif dan rekreatif. Pertama, lakukan review RPP. Dengan membuat catatan atau coretan-coretan dari RPP yang dijalankan dipembelajaran yang telah lalu tentu akan membuat langkah pembelajaran lebih terarah. Mengevaluasi kekurangan yang belum dilakukan serta menambahkannya dengan langkah yang lebih kreatif tentu akan lebih membuat siswa senang dalam menjalaninya.
        Kedua, libatkan anak dalam membuat perencanaan pembelajaran. Tentu tidak 100 % dari anak akan tetapi kita perlu masukan dan melibatkan anak dalam penyusunan RPP. Dalam artian ide dan masukan dalam pelaksanaan pembelajaran yang jauh lebih dirasa rekreatif bagi siswa akan lebih tercipta jika kita melibatkan anak dalam perencanaanya. Dikarenakan anak lah yang akan menerima pembelajaranya, sehingga dengan melibatkan dan membuat kesepakatan dengan mereka tentu hasil pelaksanaan kegiatan belajar mengajar (KBM) nantinya akan lebih menyenangkan dari kedua belah pihak. Guru mantap dalam mentransfer ilmu, siswapun senang dan enjoy dalam menyerapnya karena mereka merasa dihargai dan melaksanakan atas apa yang disepakati bersama.
       Ketiga, menggukan media pembelajaran yang inovatif dan kreatif. Kata menggunakan disini tidak harus kita menciptakan media sendiri, akan tetapi bisa memanfaatkan media yang telah diciptakan orang lain. Mengutip kata-kata dari Albert Einstein bahwa kreatif itu mampu menggabungkan segala sesuatu yang telah ada menjadi segala sesuatu yang belum pernah ada. Nah akan lebih mantap memang jika kita bisa menciptakannya sendiri media apa yang akan kita gunakan dalam pembelajaran (menggunakan media sendiri wajib hukumnya bagi calon juara INOBEL)
. Dengan mengadopsi media-media yang telah ada dapat kita inovasikan menjadi media pembelajaran sesuai kebutuhan pembelajaran kita tanpa harus mengeluarkan biaya mahal.
     Keempat, penerapan metode pembelajaran yang bervariasi. Ingat apabila perencanaan sudah mantap, media yang digunakan sudah kreatif tentu akan membuahkan hasil yang kurang optimal tanpa penggunaan metode ajar yang sesuai. Tidak hanya sesuai saja namu penyampaianpun harus dengan berbagai metode pembelajaran yang berbeda agar tidak terkesan monoton dan membosankan. Ingat kesan kreatif dan rekreatif harus kita tekankan agar anak mudah dalam menerima pembelajaran. Dan endingnya mereka akan menjadi pembelajar sejati yang selalu kecanduan untuk terus belajar. Semoga. 

Thursday, September 6, 2018

Soal Latihan Mid IPA kelas 7 Semester 1 tahun 2018

Masih semangat belajar anak-anakku?
Tentunya masih donk!
terlebih sebentar lagi Mid semester akan kita lalui bersama. Nah untuk membantu kalian belajar dirumah berikut Sir_m03L berikan beberapa soal latihan dan gambaran Soal Mid Semester tahun 2017/2018 kemarin yang dapat kalian download dan pelajari dirumah.
Kerjakan dengan teliti sambil buka referensi semoga akan teraih mimpi. Aamiin.

Klik link Download Berikut ini untuk mendapatkan soal:

Wednesday, September 5, 2018

Trik Menjadi Guru Kreatif

(Telah  dipublikasikan dalam artikel Untukmu Guruku Jawa Pos Radar Semarang 
Minggu, 22 Februari 2016)

Semua ini berawal dari pesan Bapak Tarno Swito yang beliau sampaikan sebelum saya masuk kuliah di UNDIP karena Beliau menginginkan anaknya menjadi orang sukses. Masih teringat jelas kata-kata itu, “Le dadhio wong sing betah ngeleh lan melek, pinter mikir lan ndzikir, biso o rumongso ojo rumongso biso!”. Tiga pesan itu yang selalu saya tanamkan pada diri saya pribadi, bahkan saya ajarkan pada keluarga dan anak-anak didik saya disekolah.

Orang bilang mimpi jangan terlalu tinggi, takut kalau jatuh sakit dan mati. Hal tersebut terkadang membuat kita lemah sehingga takut untuk bermimpi yang sebenarnya hanyalah tendensi dari sebuah kemalasan. Karena jika memang mimpi kita besar maka harus besar pula perjuangan dan pengorbanan kita. Tidak sedikit orang yang punya mimpi besar dan gagal hanya karena kurang dalam berjuang dan berkorban untuk mewujudkan mimpi itu. Untuk itu yang pertama harus dimulai dari keberanian untuk bermimpi besar disertai usaha yang besar pula. 

        Kedua, kemauan untuk terus mikir (belajar) merupakan inti untuk terus bisa berinovasi, karena tanpa dasar ilmu yang kita dapat dari membaca dan belajar bahan  untuk berinovasi dalam pikiran kita akan kosong dan mustahil untuk muncul ide-ide kreatif. Ada lima hal yang perlu kita tekankan dalam membuat karya inovatif, yaitu :
1. Ada nilai kekinian/kebaruan dalam karya kita, bahkan kalau bisa belum pernah ada sebelumnya.
2. Dapat diaplikasikan sesuai bidang karya kita, bisa dalam bidang kesehatan, pendidikan, industry dan lain sebagainya.
3. Mudah ditiru kembali, dalam artian jika orang lain ingin memanfaatkan karya kita, maka mereka tidak kesulitan untuk membuatnya kembali.
4. Ada nilai harapan untuk dapat dikembangkan lagi dari karya kita. Baik nantinya oleh diri kita maupun oleh orang lain yang ingin lebih mendalami lagi, tentu dengan etika yang berlaku.
5. Marketable (laku dipasaran), dapat diproduksi kembali dengan biaya yang terjangkau yang akhirnya akan bisa bermanfaat bagi masyarakat luas. Untuk bidang tertentu point kelima ini tidak harus terpenuhi, akan tetapi point 1-4 minimal harus bisa terpenuhi.
Dari penerapan point-point tersebut Alhamdulillah hasil karya penulis (Mobil Udara 003) berhasil menjadi Juara 1 Lomba Kreatifitas Guru Nasional 2015 yang diselenggarakan oleh Kemdikbud serta Juara 2 lomba Inovasi Praktikum MIPA Nasional yang diselenggarakan oleh Fakultas Pendidikan MIPA UNNES tahun 2015 kemarin.

          Ketiga, kalau semua itu sudah tercapai maka jangan pernah mudah merasa puas (rumongso biso), tetap terus berpikir lakukan evaluasi untuk terus mengembangkan inovasi (biso rumongso). Dan yang terpenting jangan pernah merasa sombong atas capaian dan prestasi kita. Teruskan dengan diskusi dan jalin komunikasi dengan orang yang lebih ahli dari diri kita untuk terus dapat meningkatkankan penguasaan ilmu kita.

           Terakhir, betah ngeleh (puasa), melek (solat malam) lan ndzikir (berdoa) tentu harus tetap kita jalankan sebagai bentuk syukur atas pencapaian dan tentu juga sangat kita perlukan untuk memperkuat doa atas usaha yang kita lakukan. Sebagai penutup mengutip kata-kata mantan Presiden kita bapak Susilo Bambang Yudoyono bahwa “Hanya dengan berpikir besar dan berkarya besar, bangsa ini menjadi bangsa yang besar”. Semoga ada manfaat. Amin.

Profil Seorang Mulyono



Mulyono.S.Si Guru sekaligus penulis dan peneliti yang beristrikan Luluk Masruroh telah dikaruniai 3 orang anak (Aqila Azkha Mulyono, Muhammad Rafa Mulyono dan Muhammad Aghnia Syifa Mulyono). Sejak diposisikan sebagai pembimbing roket air pada tahun 2011, lebih dari 80 piala dan penghargaan telah dipersembahkan ke tempat penulis bekerja SMP IT PAPB Semarang. Selain itu pengalaman menyelenggarakan event roket air telah dilakoni sejak 2015 hingga sekarang. 

Founder lombainternasional.info ini juga memiliki berbagai prestasi pribadi diberbagai bidang yang diantaranya adalah sebagai berikut:

Adapun buku hasil karya tulisanya yang telah terbit adalah :
1. Kumpulan Kisah Guru Berprestasi 2019 (Menulis bersama Guru berprestasi Nasional Kemdikbud 2019)
2. Inovasi untuk Negeri (Menulis bersama Kumpulan inovasi pembelajaran IPA) Bitread Bandung 2019
3. Sehimpun Catatan Guru Menulis 2019 (menulis bersama kumpulan artikel pendidikan) 2019
4. Every One Can Be Champion, Penerbit Aramedia Kalsel, 2019
5. Satu Inovasi, Penerbit Aramedia Kalsel, 2019
6.  Bermain dan Menjadi Jawara Roket Air, Penerbit Kunfayakun Jombang, 2019
7. 200 Quotes Pembingkai Mimpi, Penerbit Bitread Bandung 2018
8.   Adi Cipta Tata Wahana Nusantara Award 2017, Kumpulan Jurnal Finalis Nasional Lomba Penelitian Transportasi 2017, Penerbit Global Express Jakarta 2017
9.   Inovasi Anak Negeri, Menulis bersama pemenang kompetisi Writingthon #1, Penerbit Bitread Bandung 2017
10.   Bukan Sekedar Mengajar, Penerbit Realbook Jogjakarta 2017
11.   Menjadi Guru Kreatif Nan Prestatif, penerbit Semesta Hikmah Jogjakarta 2017

Prestasi Bidang Kepenulisan:
1. Juara Harapan 1 Nasional Writing Festival 2019
2. Lolos Seleksi Borobudur Writter and Cultural Festival 2018
3. Tim Penulis E-Journal Kota Semarang 2018
4. Tim Penulis Soal Nasional Puspendik Kemdikbud 2018
5. Lolos Seleksi Bintek Penulis Sejarah Dirjen Sejarah Kemdikbud 2018
6. 10 Penulis Ungulan Puspiptek dalam ajang Writingthon #1 2017
7. Lolos Seleksi Deseminasi Literasi Kemdikbud 2017

Sedangkan prestasi di bidang pendidikan diantaranya:
1.  Guru Berprestasi Nasional Kemdikbud 2019
2.  Juara 1 Guru SMP Berprestasi Tingkat Provinsi Jawa Tengah 2019
3.    Juara 1 Guru SMP Berprestasi Tingkat Kota Semarang 2019
4.  Peraih Research Block Grant SEAMOLEC 2019
5.  Juara 2 Lomba Best Practice Tingkat Jawa Tengah 2018
6.    Juara 2 Guru SMP Berprestasi Tingkat Provinsi Jawa Tengah 2018
7.     Juara 1 Guru SMP Berprestasi Tingkat Kota Semarang 2018
8.  Juara 1 Lomba Inobel Kota Semarang 2018
9.     Penerima Penghargaan Insan Berprestasi Kota Semarang 2016, 2017 dan 2018
10.     Oficial Mentor Roket Air Jawa Tengah 2016
11.     Penerima Beasiswa Short Chourse Australia Awards Indonesia 2016
12.    Juara 2 Nasional Inovasi Guru dalam Pembelajaran Eduvagansa 2016
13.    Juara 1 Lomba Kreativitas Guru Nasional Bidang Sains Kemdikbud 2015
14.   Juara 2 Lomba Inovasi Praktikum MIPA Nasional Unnes 2015
15.   Sertificat of Teacher Water Rocket Event APRSAF-21 Japan 2014

Sedangkan prestasi di bidang Penelitian yang penulis pernah raih adalah:
1. Gold Medal International Fair and Inovation on Green Technology (IFINOG Malaysia 2019 
2.   Juara 2 Lomba Krenova Kota Semarang 2018
3.   Juara 1 Lomba Penelitian Transportasi Nasional Reg. Yogyakarta 2017
4.   Bronze Sertificat Indonesia Science Festifal 2017
5.      Juara 1 Lomba Kreativitas dan Inovasi Masyarakat Kota Semarang 2016

Penulis dapat dihubungi di :
Instagram     : @p_m03l @lombainternasional.info
Youtube        : youtube.com/c/EsMoeLChannel 

Sms / WA     : 085-640-396-176

Alamat: Jl. Nias 28 A Gedanganak Ungaran Timur Kab. Semarang Jawa Tengah 50519

Lomba Roket Air Kejurda Jateng 2018


Wusss... Wusss... Wusss Juara!
itulah takline Kompetisi Roket Air Nasional (KRAN) yang tentu tidaklah asing di telinga kita sebagai pembimbing Roket Air. Mimpi menjadi juara mungkin ada pada setiap peserta didik kita, nah tugas kita sebagai pembimbing hanyalah sekedar mengantarkan mereka dalam menjemput mimpi. Terlebih mimpi untuk bisa mengikuti lomba hingga keluar negeri. Nah berikut ini merupakan salahsatu cabang lomba yang akan mengantarkan peserta didik kita hingga ke level dunia.
Anda siap?
Datang, berjuang dan menangkanlah!
Silahkan berpartisipasi dalam ajang Lomba Roket Air Regional Jawa Tengah 2018 yang merupakan gerbang pertama menuju Water Rocket Competition APRSAF-26 yang akan diselenggarakan di Singapura November Mendatang.

Silahkan Klik link berikut ini untuk mendapatkan panduan lengkapnya:
Semangat Membingkai mimpi yakkk....!

Tuesday, September 4, 2018

Download Buku Panduan Pendidikan Kepramukaan Dikdas 2018

Rasanya senang saat mengenang waktu-waktu indah dalam kegiatan pramuka di Sekolah Dasar dulu. dari pengalaman mencari jejak, persami, tali temali, semapur dan lain sebagainya. dan tentu tidak hanya itu kegiatan di kepramukaan khususnya di pendidikan dasar (SD-SMP).

Anda seorang guru?
atau malah pembina Pramuka?
tentu belum abdol rasanya kalau belum mempelajari buku panduan kepramukaan terbitan Kemdikbud ini.
Adanya Buku Panduan ini diharapkan dapat:

(1) memberikan gambaran Ekstrakurikuler Wajib Pendidikan Kepramukaan secara nyata agar dapat diimplementasikan dengan baik oleh pemangku pendidikan, baik unsur Dinas Pendidikan, Kepala Sekolah, Guru, dan Tenaga Kependidikan; 

(2) memberikan pedoman yang jelas dan mudah dijalankan; 

(3) merupakan acuan bagi pelaksana Ekstrakurikuler Wajib Pendidikan Kepramukaan.
untuk mendapatkan  buku panduan ini silahkan klik link download berikut: