Showing posts with label beranda. Show all posts
Showing posts with label beranda. Show all posts

Tuesday, October 22, 2019

Garut: Dari Selatan Hingga Utara Membuat Jatuh Cinta

"Silakan kunjungi sendiri Garut Selatan, karena susah untuk mengutarakan keindahannya"

          Hmmm kiranya hanya kalimat itulah yang cocok untuk menuangkan rasa kagum atas keelokan bentang alam Garut. Jajaran garis pantai nan indah menjadi daya tarik tersendiri untuk senantiasa dikunjungi. Saat membuka peta wisatanya, makin pula kita ingin mengunjunginnya. Makin banyak kita menjelajahinya, makin pula rasa cinta kita untuk senantiasa ke sana. Sungguh keindahan bentang alam Garut dari selatan hingga utara mampu membuat jatuh cinta kepada siapa saja yang pernah mengunjunginya. Untuk lebih jelasnya silakan lihat video berikut yang merupakan keindahan Garut dari selatan hingga ke utara yang terangkum dalam 43 Destinasi Wisata Garut:

Video 43 Destinasi Wisata Garut (Sumber: www.wisatalengkap.com)

          Kabupaten seluas 306.519 Ha ini dikaruniai garis pantai nan indah di bagian selatan, ditambah berbagai destinasi wisata alam pegunungan yang melengkapinya hingga ke bagian utara. Hal tersebutlah yang membuat daerah ini mendapat julukan Swiss Van Java oleh Hindia Belanda kala itu. Berdasar hal tersebut pulalah membuktikan bahwa pesonanya memang membuat siapapun jatuh cinta padanya. Tak terlewat presiden pertama kitapun sampai-sampai memberi julukan khusus (Kota Intan) untuk daerah yang satu ini. Selain hal tersebut Gurilaps yang dimilikinya membuat setiap orang ingin kembali kesana. Gurilaps dalam bahasa Sunda sendiri berarti gumerlap / kemilau dan bersinar, merupakan kependekan dari Gunung, Rimba, Laut, Pantai, Seni dan Budaya. Nah tentu kalau sudah lihat seperti itu, obyek wisata terlengkap di Indonesia pastilah dimiliki oleh Garut. Berikut penulis sampaikan 3 alasan yang membuat  kita perlu berwisata ke Garut.


Pantai Selatan Garut nan Eksotis
       Garut Selatan memang memiliki keunikan tersendiri. Dari mulai komoditi batu akiknya yang fenomenal, hingga untaian pesisirnya yang Iuar biasa eksotis. Akan tetapi dapat dikatakan, bahwa salah satu anugerah alam terbesar yang dimiliki masyarakat Garut Selatan adalah batas selatannya yang langsung menghadap ke Samudera Indonesia dengan garis pantai terpanjang di Jawa Barat. Terdapat tujuh kecamatan yang memiliki kawasan pantai dari barat ke timur berturut-turut Caringin, Bungbulang, Mekarmukti, Pakenjeng, Cikelet, Pameungkeuk dan Cibalong. 
Peta Wisata Sebagian Pantai dari tujuh Kecamatan Garut Selatan (Sumber: Peta Wisata Discover Garut)
Pantai-pantai Garut Selatan ini tidak hanya indah tetapi juga unik. Untuk melihat keunikannya berikut  penulis ulas beberapa pantai yang terbilang unik di Garut Selatan.


a.     Pantai Sagang Heulang
Pantai Sagang  Heulang (Sumber:  jejakpiknik.com)
           Salah satu keunikan pantai Sagang Heulang adalah bahwa air laut malah turun ke sungai. Hal ini karena adanya muara sungai citarum yang begitu besar sebagai pembatasnya. Jembatan gantung tua juga terdapat di pantai ini. Jembatan ini dulunya difungsikan untuk menyeberang secara langsung ke Pulau Santolo yang terpisahkan oleh sungai Cilauteureun. Namun karena usia jembatan tersebut untuk menyeberang ke sana sekarang harus dibantu dengan perahu kecil untuk menghindari terjadinya hal yang tidak diinginkan
Dalam bahasa Sunda kata Sayang Heulang secara harfiah berarti Sarang Kelelawar, sehingga diartikan sebagai bentangan pantai yang panjang atau pantai yang membentang panjang. Setidaknya butuh setengah hari untuk menyusuri Pantai Sayang Heulang. Bentanganya yang cukup luas dan panjang membuat pantai ini membentuk lapangan yang dapat dimanfaatkan untuk bermain bola maupun poli pantai bagi mereka yang menyukai olahraga tersebut ataupun sekedar bermain pasir di pantai. So siapkan juga bola ya kalau ingin berkunjung ke pantai yang satu ini.

b.    Pantai Santolo
Gambar Pulau Santolo (Sumber: digarut.com)
Pantai Santolo memiliki banyak tempat unik yang harus dijelajahi. Salah satunya ada Pulau Santolo nan eksotis. Dengan menyeberanginya dengan fasilitas perahu kecil yang bertarif 4 ribu rupiah per orang untuk perjalanan bolak-balik kita sudah bisa menjelajahi tempat ini. Bekas dermaga rusak di ujung pulau ini dapat kita susuri pula hanya dengan berjalan diatas karang sambil menikmati serunya main air pantai hingga ke ujung Pulau. Pemandangan yang lebih memukau dari pulau ini adalah adanya karang yang menjulang tinggi yang terbentuk secara alami. Tidak cukup berhenti disitu hamparan pasir putih juga tersaji indah di pantai ini selain ombaknya yang lebih tenang akibat teredam oleh bekas dermaga dan karang yang ada.

c.     Pantai Cicalobak
Pantai Cicalobak (Sumber: pasirpantai.com)
        Nuansa tanah Lot bali akan terasa jika kita mengunjungi pantai yang satu ini.  Pantai Cicalobak merupakan salah satu pantai yang menyuguhkan hamparan karang dan debur ombak kencang yang setiap beberapa detik menghantam. Hal ini mirip Tanah Lot di Bali akan tetapi tanpa Pura di atasnya, namun suasana seperti Pura tersebut tergantikan oleh adanya saung-saung kecil tempat berteduh sambil menikmati suasana indahnya pantai. Yang membuat menarik juga dari Pantai Cicalobak adalah teluk kecil dari gugusan karang dan ombak yang secara periodik menerjangnya sehingga menambah riuh suasana pantai lebih terasa. Gugusan karang ini pula bentuk hingga ke seberang yang juga terdapat muara sungai yang langsung jatuh ke atas karang. Hal itu jugalah yang menambah keunikan tersendiri bagi pantai ini. 

Bentang Alam Garut
          Sedangkan alasan kedua tentu adalah karena keindahan alam pegunungan dan bukit yang ada di Garut. Kedua obyek tersebut membentang hingga ke utara Garut. Hal inilah yang tentu membuat kita lebih jatuh cinta lagi padanya. Terlebih bagi para petualang yang suka akan keindahan pegunungan dan puncak gunungnya dengan kebiasaan mereka mendaki gunung. Adapun gunung yang berada di Garut diantaranya Papandayan, Cikuray, Guntur, Kendang dan Telaga Bodas serta menurut sumber lain jajaran gunung dan pegunungan yang ada di sana jumlahnya mencapai angka 400. Tentu dari setiap gunung tersebut mempunyai cerita tersendiri serta keunikannya yang semakin membuat para pendaki jatuh cinta. Berikut salah satu keindahanya yang membuat kita ketagihan untuk selalu menikmati indahnya.
Gunung Papandayan dengan kolam pemandiannya (Sumber: gunung.id)
Demikian itulah kiranya sedikit gambaran hamparan keindahan Kota Garut yang bisa dikatakan hampir setiap jengkal tanahnya selalu menyuguhkan keindahan. Tentu hal itu pula yang akan membuat kita jatuh cinta padanya dan senan tiasa ingin selalu kembali kesana. Dan selayaknya pula kita wajib mensyukurinya, tidak hanya menikmatinya tetapi tentu juga harus merawat dan menjaga kelestariannya hingga keindahannya dapat kita dan ank cucu kita kelak selalu bisa menikmatinya. Semoga!


Referensi:
1. E-Majalah Discover Garut 1-4
2. https://wisatalengkap.com/tempat-wisata-di-garut-terbaru/
3https://digarut.com/pantaisantologarut.html
4. https://www.jejakpiknik.com/pantai-sayang-heulang/
5. http://www.pasirpantai.com/?s=cicalobak
6. https://gunung.id/gunung-di-garut/

Thursday, March 7, 2019

5 Jurus Guru Hebat, No 5 Sering Terlupa

25 Guru Hebat AAI batch2 



 “Jika ingin memberi anak ikan jangan sampai langsung membelikannya ikan goreng dan menyuapinya, akan tetapi belikan mereka pancingan. Dengan begitu mereka akan belajar dan tahu bagaimana caranya mendapatkan ikan, bagaimana memasak ikan sehingga nikmatnya rasa ikan akan bisa lebih mereka nikmati.” (Syaiful Bahri)


1.   Ajarkan bagaimana siswa belajar
Penulis masih teringat jelas pesan dari bapak Syaiful Bahri (Alm), beliau bapak mertua saya. Pesan beliau dalam mendidik anak diibaratkan dengan analogi memancing. “Jika ingin memberi anak ikan jangan sampai langsung membelikannya ikan goreng dan menyuapinya, akan tetapi belikan mereka pancingan. Dengan begitu mereka akan belajar dan tahu bagaimana caranya mendapatkan ikan, bagaimana memasak ikan sehingga nikmatnya rasa ikan akan bisa lebih mereka nikmati.”
Hindari mudah memarahi atau membenci atas kekurangan mereka, ingat mereka lagi proses belajar dan tentu hasilnya belum semaksimal sesuai yang kita harapkan. Sesekali beri pujian untuk menyemangatinya, beri masukan untuk meningkatkan kualitas proses belajar mereka. Ajari bagaimana mereka belajar, tunjukan betapa mereka butuh belajar dan selalu ingat akan pentingnya belajar. Metode pembelajaran yang kreatif dan hebat memang sangatlah dibutuhkan, akan tetapi mengajari anak bagaimana cara belajar itu lebih penting.

2.   Pelajari bagaimana karakter dan potensi anak
Membuat mereka menemukan cara belajar yang sesuai untuk mereka adalah yang perlu ditemukan oleh kita seorang guru. Dengan tipe belajar yang mereka miliki masing-masing serta keunikan diri mereka tentu gaya belajar mereka juga kan lain. Anak tipe auditori tentu perlu perlakuan yang berbeda dengan anak yang memiliki tipe kinestetik. Pelajari karakter mereka, gunakan pendekatan yang berbeda untuk anak dengan tipe belajar yang berbeda. Hal ini bisa dilakukan minimal lewat penugasan yang berbeda, tanpa mengurangi bobot materi yang diajakan.

3.   Hargai anak dengan melibatkannya
Pembagian pola asuh anak kedalam tiga fase perkembangan anak perlu dilakukan.  Hal ini sesuai yang dilakukan oleh sahabat Ali bin Abi Tholib yang juga telah dituliskan oleh Nafik Palil dalam bukunya yang berjudul Menyiapkan Ananda Menjadi Sang Juara Kehidupan. Fase pertama usia 0-7 tahun perlakukan anak seperti raja (ajaklah mereka bermain), fase kedua usia 8-14 tahun perlakukan anak seperti tawanan perang (ajarkan mereka adab) dan fase ketiga usia 15-21 perlakukan anak seperti kawan (jadikan mereka sahabat). Ajak diskusi, cari masukan dari mereka, ajukan pertanyaan logika untuk mereka.

4.   Tampilah maksimal didepan anak
Tidak hanya tampilan menarik tapi sikap yang menarik juga perlu ditampilkan untuk menambah semangat anak dalam mengikuti pelajaran. Tujukan keteladanan tidak hanya dalam berpenampilan akan tetapi juga dalam bersikap. Tularkan sikap optimis untuk selalu prestatif pada mereka. Buat anak kagum seakan belajar adalah segalanya, dan guru bisa segalanya dengan cara kreatif yang anda tunjukan didepan mereka.

5.   Menjadikan murid hebat dizamannya
Teringat pesan Abib Hasan Al-Jufri asal semarang saat silaturahmi kerumah beliau.
“Tugas kita hanya mendoakan mereka (baca: anak-anak), tantangan mereka dizamannya jauh lebih hebat dari pada kita dulu. Kalaupun tidak dikabulkan sekarang, itu untuk anak mereka besok, kalau tidak untuk cucu mereka besok, cicit mereka dan seterusnya, insyallah pasti dikabulkan”. Pesan beliau bijak.
          Benar sekali kita hidup dan dibesarkan di akhir abad 20 sedangkan anak didik kita mulai tumbuh dan berkembang diabad 21. Terlihat jelas dari hal yang sederhana, mainan kita dulu dan anak kita sekarang saja sudah jauh berbeda. Tantangan era digital yang banyak mewarnai hari-hari mereka. Tentu perlakuan untuk mendidik merekapun tidaklah sama seperti cara orangtua atau guru kita dulu dalam mendidik kita. Ajarkan sikap pada mereka untuk selalu bijak dalam memanfaatkan teknologi. Ajarkan tentang kreatifitas untuk hidup mereka, buat mereka hebat dizamanya.



Thursday, December 20, 2018

5 Tips dalam Menulis, No 5 Sering Terlewat

Sumber: hipwee

Keahlian- Menulis sebenarnya bukanlah sebuah bakat, tapi hal tersebut tumbuh seiring dengan kebiasaan yang dibangun dengan konsisten. Memang alasan sebagian orang untuk tidak mau menulis karena tidak memiliki bakat, padahal itu salah. Berikut sedikit saya sampaikan ni sedikit tips dalam menulis, jangan ada yang terlewat ya sobat UC-errs. Terkusus bagi kalian yang belum memiliki kebiasaan seperti berikut:
1.   Perkaya tulisan dengan membaca
Kegiatan yang satu ini terkadang jarang dilakukan karena alasan malas, padahal dengan banyak membaca akan memperkaya referensi dan kosa kata dalam pikiran kita. Dan itulah apa-apa yang akan keluar saat kita menuliskan sesuatu. Karena bahan bacaan kita sangat berpengaruh terhadap hasil tulisan kita. So jangan malas membaca ya sobat UC-errs, termasuk membaca tulisan di artikel UC ya.
2.   Jangan menunda waktu menulis
Sebagian orang menulis harus nunggu mood atau nunggu ada moodboster dan itu salah. Jangan pernah menunda waktu menulis karena ide datang setiap saat dan datangnya mungkin hanya sesaat. So segera tuliskan begitu ide itu datang, ingat keburu kelewat. Untuk itu selalu siapkan alat tulis dan kertas dimana saja kalian berada ya sobat, atau minimal note di HP harus selalu on untuk siap menuliskan ide-ide liar yang sering datang.
3.   Baca ulang tulisan yang sudah kamu buat
Membaca ulang tulisan yang bisa dikata sudah jadi tentu perlu, karena kita tidak sempurna. Hal ini bertujuan untuk meminimalisir kesalahan Bahasa dalam menulis ataupun typo atau salah ketik tulisan. Gak ingin kan tulisan kita tidak termuat gara-gara hal sepele tersebut?
4.   Minta pendapat orang lain tentang tulisanmu
Selain membaca ulang tulisan yang sudah kita buat, minta pendapat orang lain tentang tulisan kita juga tak kalah penting lho sobat! Paling tidak masukan ini-itu akan dilontarkan, untuk itu kita perlu mencari partner dalam menulis. Yaitu orang yang sejalan dengan kita dan selalu setia mengkritik untuk kemajuan kita dalam menulis
5.   Kirim tulisanmu ke penerbit
Nah setelah nomer 1-4 telah dilakukan, terakhir ini yang jarang dilakukan oleh penulis pemula. Mengirim ke penerbit kadang tidak dilakukan karena kurang pede akan hasil tulisan yang telah berbulan bulan dibuat. Hehe takut ditolak alasanya, ataupun takut mbayar karena sekarang banyak penerbit indy yang mengharuskan penulis membayar biaya cetak atau membeli buku karyanya sendiri. Nah lebih enak jadi penulis UC tho bisa menerbitkan tulisan sendiri setiap hari. Semangat berkarya ya sobat!

Sumber: https://www.instagram.com/p/BkzdZGkB5Dm/
Telah diterbitkan di UC News 21 Desember 2018

Monday, December 17, 2018

Inquiri Vs STEM


Pembelajaran- Dalam artikel sebelumnya telah banyak kita bahas tentang pembelajaran STEM. Dalam artikel berikut ini akan kita sampaikan model pembelajaran STEM (Sains, Teknology, Engginering and Math) serta perbedaan antara pembelajaran Inquiri dengan STEM. 



Berikut kami sampaikan dahulu inti dari pembelajaran Inquiri dan STEM:
1.           Pembelajaran Inquiri
a.     Student Centered atau siswa sebagai pusat pembelajaran
b.     Disajikan sebuah masalah atau siswa yang memunculkan masalah serta merekalah yang harus bisa menyelesaikan masalah.
c.      Memungkinkan beberapa solusi / pendapat creative dari siswa yang harus diterima
d.     Menerapkan dan mengintegrasikan dari isi kurikulum yang sedang berlaku
e.     Siswa terlibat dalam kerjasama tim
f.           Mengomunikasikan hasil kerja dalam bentuk presentasi

2.           Pembelajaran STEM
a.       Student Centered atau siswa sebagai pusat pembelajaran
b.       Disajikan sebuah masalah atau siswa yang memunculkan masalah dari rekayasa teknik yang menantang serta merekalah yang harus bisa menyelesaikan masalah.
c.        Memungkinkan beberapa solusi / pendapat creative dari siswa yang harus diterima
d.       Menerapkan dan mengintegrasikan dari isi kurikulum yang sedang berlaku serta terintegrasi dengan aplikasi sains dan perhitungan matematiknya
e.       Kejelasan peran teknologi untuk siswa
f.              Siswa terlibat dalam kerjasama tim
g.       Mengetes hasil kerja, mengevaluasi dan mendesain ulang untuk mendapatkan hasil optimal
h.       Mengomunikasikan hasil kerja dalam bentuk presentasi

(Modul Sains Works, Melbourne Science Work Australia 2016)

Dapat terlihat dengan jelas bahwa proses pembelajaran dengan metode STEM proses Inquiri masuk didalamnya. Sedangkan dalam metode STEM sangat di tonjolkan aplikasi sains dalam teknologi serta perhitungan nalar matematik yang berperan dalam proyek kerja siswa diterapkan didalamnya. Dengan penggunaan metode STEM ini diharapkan kreativitas siswa akan muncul dan mempunyai pemikiran yang jauh kedepan, 20, 30 , 50 bahkan 100 tahun yang akan datang merekalah yang akan mewujudkan atau bahkan generasi berikutnya yang berkesempatan untuk mewujudkannya. Untuk itu pertanyaan pertanyaan pancingan untuk menimbulkan permasalahan dalam proyek siswa perlu guru berikan sebagai bahan pancingan untuk memunculkan kreativitas siswa yang mungkin tidak terduga oleh pikiran kita bisa jadi muncul dari ide siswa.

Tuesday, December 4, 2018

Pembelajaran STEM untuk Revolusi Industri 4.0


Makin berkembangnya zaman, dunia pendidikan dituntut untuk terus berinovasi mengikuti perkembangan tersebut. Tak ketinggalan sebagai ujung tombak jalannya pendidikan formal, seorang guru juga harus terus berinovasi mengikuti dan yang terpenting dapat menyampaikannya kepeserta didik mereka. Terbaru Revolusi Industri 4.0 menuntut kita semua untuk mengikutinya. Pembelajaran STEM menjadi salah satu alternatif dari beberapa inovasi dalam pembelajaran. Mengingat dalam pembelajaran STEM butuh imajinasi, kreativitas, kerja sama, komunikasi bahkan hingga pelibatan teknologi dari model enginnering yang diajarkan. Untuk itu penguasaan pembelajaran berbasis STEM haruslah dikuasai guru masa kini.

Lantas bagaimana institusi pendidikan harus mempersiapkan? Institusi pendidikan pun harus mendukung dan memprogramkan dalam kurikulumnya untuk pelaksanaan hal tersebut. Persiapan, pengkoordinasiaan dan penjalinan kerjasama dengan bidang industry yang mendukung pembelajaran tersebut sangatlah perlu dilakukan guna terpenuhinya hak siswa dalam mendapatkan pendidikan yang sesuai zaman mereka. Bahkan masyarakatpun perlu ikut kontri busi dalam jalannya pendidikan ini. Berdasarkan sumber yang diperoleh penulis dari www.stem.org.uk bahwa di Amerika, mereka telah membuat jejaring volounteer STEM di berbagai regional untuk menarik minat kaum muda dalam belajar STEM. Mereka telah melibatkan partisi untuk mendukung pendidikan yang mengarah ke revolusi Industri 4.0. Segala hal di lingkungan yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung hal tersebut dilakukan. Sudahkah kita seperti itu? Minimal mendekati atau mulai meniru untuk mengejar ketertinggalan kita perlu menjadi sebuah gerakan.

Kalau kita mau, tentu akan mampu. Dukungan bersama baik dari guru sendiri yang harus mau untuk terus belajar dan mengembangkan kemampuan berkait dengan tuntutan tersebut, dari institusi pendidikan yang juga harus mendukung dan mulai merancang model kurikulum yang sesuai, intitusi non pendidikan maupun government juga harus pegang kebijakan dan menyediakan beberapa fasilitas public yang dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran untuk siswa. Dengan begitu pembelajaran STEM dapat dilakukan di luar kelas sehingga anak akan lebih tertarik dan berkesan.  Berikut penulis sampaikan beberapa link video pembelajaran STEM yang penulis telah lakukan:

1.    Pembelajaran STEM dengan kapal Otok-otok : 
2.    Mengukur Luas Daun (STEM education in Biology: City Garden Explorring):
https://www.youtube.com/watch?v=uoYFl3hrKrA&t=149s
3. STEM education with Monorel Udara 009 : 

Tuesday, October 16, 2018

Menggagas Kurikulum Bencana


Tayang di Opini Koran Tribun Jateng
Selasa, 16 Oktober 2018
Berita duka dari 2090 lebih korban jiwa tersugguh dihadapan kita dari bencana gempa tsunami Palu dan Donggala. Belum sembuh pilu ini dari duka sebelumnya ditambah lagi gempa Situbondo yang juga memakan korban jiwa. Memang tsunami, gempa bumi, putting beliung, badai petir, tanah longsor, gunung meletus, kebakaran hutan, luapan lumpur, rob, banjir, kekeringan hingga likuivasi adalah deretan bencana alam yang bisa dikata familier ditelinga kita. Mengingat bencana-bencana itulah yang sering menimpa negrikita, seakan tiada henti sejak Tsunami Aceh tahun 2004 hingga sekaran bencana silih berganti menimpa Negara kita. Bahkan tidak cukup sampai disitu, runtutan potensi bencana yang mungkin menerpa bisa dikatakan merata dari Sabang sampai Merauke. Maka tidak salah jika kita mengatakan bahwa Indonesia merupakan daerah rawan bencana. Lantas sudah siapkah kita menghadapi semua itu? Tentu tidak semua orang menjawab siap, mengingat setiap terjadi bencana, setiap kali pula hal tersebut memakan banyak korban jiwa.
Melihat kenyataan tersebut sepertinya sudah saatnya kurikulum bencana diintegrasikan kedalam kurikulum pembelajaran nasional. Buku saku panduan bencana memang sudah disusun dan diedarkan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sejak 2017 lalu. Didalam buku saku tersebut dikatakan bahwa adanya buku itu tidak menjamin keselamatan, namun memberikan pedoman secara umum untuk kesiap siagaan. Latihan merupakan upaya nyata untuk meningkatkan kesiap siagaan menghadapi bencana. Tapi kenyataan dilapangan belum semua masyarakat atau khususnya intitusi pendidikan melakukan simulasi seperti apa yang telah diarahkan dalam buku saku tersebut. Sekali lagi implementasi kurikulum bencana perlu sejak dini diterapkan di kurikulum nasional, minimal terintegrasi dalam kurikulum pramuka yang sudah diwajibkan untuk seluruh siswa. Ataupun diselipkan dibeberapa materi pelajaran yang berkaitan dengan bencana baik di IPA maupun di mapel Geografi.
Lantas mulai darimana? Pertannyaan berikutnya yang mugkin muncul di benak kita. Tentu tiap daerah mempunyai karakter topografi yang berbeda, lewat BMKG tentu kita bisa mendapatkan data dan prediksi bencana apa saja yang mungkin melanda wilayak kita. Dari data itulah dapat kita petakan  semacam zonasi wilayah rawan bencana, untuk itu kurikulum bencana yang sesuai dengan karakteristik masing masing daerah tersebut yang minimal wajib disampaikan dan diketahui oleh siswa maupun warga sehingga kapanpun terjadi bencana tentu mereka sudah siap dalam penanggulangannya. Dan tentu setiap bencana memiliki penanggulangan, penanganan, cara penyelamatan diri hingga cara evakuasi yang berbeda. Tidak salahkan kalau kita sebagai siswa maupun wargga sudah lihai dalam urusan itu semua. Sehingga jika terjadi bencana kitapun siap membantu evakuasi tanpa harus menunggu dan mengandalkan bantuan utama dari BNPB.
Berdasarkan hal tersebut, ada tiga hal yang wajib kita kuasai dalam penanggulangan bencana berdasarkan karakteristik yang dimiliki masing-masing bencana versi www.hopeindonesia.org. Pertama, mulai dari pahami karakteristik masing-masing bencana yang ada. Mulai dari karakteristik, jika mungkin tanda-tanda/gejala, bisa dari detektor yang ada ataupun prediksi dari BMKG setempat. Hingga posisi pengamanna diri saat terjadi bencana sangatlah perlu kita ketahui untuk meminimalisir terjadinya korban jiwa.
Kedua, kenali dan waspadai resiko yang mungkin akan terjadi saat terjadi bencana alam tersebut. Tentu beda bencana beda pula resiko yang ditimbulkan. Dan tentu hal tersebut tidak akan diketaui dan dimengerti kalau tidak disampaikan atau diajarkan ataupun disimulasikan. Yang sudah sering kita lihat dibeberapa tempat adalah tulisan jalur evakuasi ataupun titik kumpul, hal tersebut menunjukkan kewaspadaan dan kesiapan diwilayah tersebut jikalau terjadi bencana. Tapi sudahkah semua begitu? Tentu belum jawabnya.
Ketiga, tangani. Penanganan sebelum, saat dan pasca terjadi bencana tentu berbeda. Penangan sebelum artinya siapapun wajib tahu ilmu penyelamatan ataupun penanggulangaan saat terjadi bencana, untuk itu ilmu tersebut peril disampaikan dikurikulum pembelajaran. Sedangkan saat terjadi bencana tentu implementasi dari ilmu yang telah kita dapat dan pelajari untuk penyelamatan diri, baik untuk menyelamatkan diri sendiri maupun upaya penyelamatan kepada orang lain. Dan tentu untuk melatih hal tersebut butuh simulasi sebelumnya agar kesiap siagaan atau kecakapan selalu ada pada masing-masing siswa dan masyarakat.
Terakhir penanganan pasca atau setelah terjadi bencana atau bisa dikata evakuasi. Apakah kita harus menunggu dari Basarnas turun lapangan? Ataukah kita harus segera bertindak? Kalau kita tahu ilmunya tentu segera bertindak adalah pilih tepat untuk kemungkinan menyelamatkan orang lain yang masih bisa tertolong. Jika ketiga hal tersebut sudah dikuasai siswa sejak dini tentu kesigapan saat mereka besar kelak akan tumbuh dan tentu harapan banyaknya korban jiwa akan terminimalisir saat terjadi bencana. Sekarang bukan lagi sekedar hanya menggalang dana tapi juga aksi nyata untuk selalu siaga dalam menghadapi bencana. Semoga!







Saturday, October 13, 2018

7 Hal yang Dibutuhkan Bagi Peneliti Belia


Berani Berkreasi, Berani Berinovasi” itu lah tema yang diambil dalam Fun Seminar Riset Itu mennyenangkan yang dibawakan oleh dua pembimbing riset di SMA Kebon Dalem  Sabtu 13 Oktober kemarin. Sekolah yang memiliki branding Sekolah Riset ini telah sukses diberbagai ajang perlombaan karya tulis ilmiah remaja baik di tingkat kota hingga internasional. Hal tersebut tidak lepas dari duet maut pengajar Biologi dan Fisika disekolah itu. Lewat keuletan dan kreatifitas mereka mampu membangkitkan semangat anak untuk mencintai dunia penelitian, terlebih laoran riset telah dijadikan syarat kelulusan bagi siswa disana. Dalam kesempatan ini beliau berdua mengundan sekolah mitra untuk sekedar berbagi pengalaman, suka duka hingga kiat sukses dalam menggeluti dunia riset dikalangan remaja.

       Kemampuaan meneliti layaknya dimiliki oleh setiap remaja, mengingat maju dan tidaknya suatu Negara tidak lepas dari suksesnya dunia penelitian yang ada di Negara tersebut. Kemampuan 5M yang wajib terintegrasi dalam setiap pembelajaran haruslah melekat pada diri anak. Karena dengan kemampuan tersebut anak akan dapat menemukan, mengolah, menganalisis hingga memecahkan masalah yang ada disekitar, baik masalah lingkungan maupun masalah sosial. Untuk mendukung hal tersebut tentu sekolah perlu menggandeng universitas ataupun universitas yang turun lapangan untuk menularkan ilmu-ilmu baru yang ada. Sehingga kedepan riset sudahlah menjadi bagian dari hidup setiap warga, nah dengan begitu berita-berita hoax tak lagi bisa mengena masyarakat kita.

         Dalam sesi materi, Vera Natalia selaku guru pembimbing tim riset biologi menyodorkan selembar daun kering kepeserta,
“Kira-kira kalau kita dikasih selembar daun kering mau tidak?
“Mau”, jawa peserta.
“Tapi kalau saya suruh bayar Rp. 10.000 apakah masih mau?” imbuhnya.
“Peserta pikir-pikir”,

         Dalam dunia riset hal yang layaknya menjdai sampah bukan tidak mungkin menjadi barang yang nilainya menjadi berlipat ganda. Tentu dengan inovasi dan kreativitas untuk mengkreasi barang tersebut menjadi sesuatu yang bermanfaat. Menarik bukan? Untuk itu bagi kalian para peneliti belia, calon peneliti massa depan dunia perlu mencermati 7 kunci yang dibutuhkan bagi peneliti belia ala Ibu Vera Natalia, S.Si dari SMA Kebondalem.
Berikut 7 Hal yang Dibutuhkan Bagi Peneliti Belia:

1.   Waktu
Pengorbanan waktu tentu dibutuhkan untuk melakukan penelitian, ketinggalan pelajaran dari teman yang lain tentu itu wajar karena disaat yang lain pelajaran kalian melakukan penelitian. Lembur untuk membuat laporan penelitiaan pun sudah layaknya kalian lakukan untuk menang.

2.   Love
Lakukan semua proses dengan cinta, karena dengan cinta hal seberat apapun, sesulit apapun akan terasa lebih ringan, gampang dan menyenangkan. Hehe layaknya saat kalian jatuh cinta, apapun akan kalian lakukan untuk sang pujaan.

3.   Spirit
Semangat untuk terus berjuang melakukan yang terbaik untuk kemenangan tentu wajib hukumnya bagi kalian hingga penelitian kalian berhasil.

4.   Kreatif
Sentuhan kreatifitas sangatlah dibutuhkan untuk mengubah hal-hal yang tidak beermanfaat menjadi bermanfaat. Terlebih hingga bisa menghasilkan uang, kreativitas sangat dibutuhkan disitu.

5.   Power
Selain semagat, power atau tenaga ekstra dalam melakukan penelitiaan juga perlu menginggat terkadan dalam penelitiaan tertentu membutuhkan waktu ekstra sehingga tenaga ekstrapun wajib dalam menjalaninya.

6.   Passion
Apahalnya jika passion tidak ada pada diri kalian? Bosan tentu akan melanda dan ujung-ujungnya kemauan untuk mencobapun tidak akan muncul. Untuk itu lakukan dengan enjoy dalam melakukan penelitiaan selayaknya kalian melakukan hobby kalian. Hehe tentu jangan sampai beralasan ini bukan passion saya maka saya tidak akan melakukan penelitian ya!

7.    Fokus
Terakhir tentu kalian wajib fokus dalam melakukan penelitian, karena ini butuh keseriusan kalau kalian ingin menang. Saat kalian fokus tentu akan menghasilkan produk penelitian yang luar biasa bahkan dengan hanya mengganti beberapa variable satu penelitian yang kamu temukan akan bisa digunakan untuk berbagai judul penelitian. Hehe “Terus Fokus, satu titik, hanya itu, titik itu, tetap fokus kita kejar dan raih bintan ….” Itusih kata Via Vallen.

So semangat meneliti untuk berprestasi ya kaka'!

Tuesday, October 9, 2018

Mulai dari Nol

Bertemu teman baru, komunitas baru yang didampingi langsung oleh para maestro yang telah mendunia dengan karya kartoonnya tentu merupakan kesempatan langka. Kesempatan itu pun saya ambil dari Gold Pencil Indonesia untuk dapat menambah ilmu baru, ilmu yang bisa dikata lintas jalur dan tidak ada hubungannya dengan pekerjaan maupun keahlianku sebelumnya. Namun semangat berkarya dan berprestasi banyak saya dapatkan disini. Dua hari belajar menggambar yang tanpa dasar kemampuan sebelumnya, mulai dari nol. Akankah saya bisa menghasilkan karya bagus dibidang kartoon kedepannya?
"Bisa!" Jawab Coach Jitet yang telah menjelajah dunia dengan kartoonya.
Apa kuncinya?
Pertama, "Yakin", asal kalian yakin bisa tentu pasti bisa. Tidaklah mungkin kalian akan menghasilkan karya bagus jikalau kalian tidak yakin akan kemampuan kalian.

Kedua, "Terus berkarya", keyakinan sajapun tidak akan cukup jikalau kalian ogah-ogahan dalam berkarya. Mengingat menggambar mengandalkan skill, tentu itu perlu kita latih terus menerus sampai menjadi expert. Ingat teori 10.000 jam bukan? Hal tersebut dapat anda mulai dengan memaksa diri untuk mengambil pilihan dan mulai membuat jadwal untuk diri sendiri untuk terus mengeksplor kemampuan kalian.

Ketiga, "Ikuti isu Nasional maupun Internasional", cari berita dari media tarik isu isu tersebut ke komik.
Tuangkan ide mateng dari situ, cari icon yang mendalam tuangkan kedalam sebuah karya untuk menyampaikan pesan yang mendalam. Karena dalam dunia kartoon ide itu sentral.

Keempat, Kendalikan mood, karena kita tahu semangat selalu saja turun-naik,  jangan mepet persiapkan matang lakukan dikit demi sedikit dalam membuat karya hingga yakin karya kalian menjadi luarbiasa.

Adapun menurut master Jitet untuk menggali ide dalam pembuatan kartoon beliau sampaikan sebagai berikut:
1. Analogi
2. Membenturkan antara yang kuat dengan yang lemah
3. Membandingkan
4. Otak atik gatuk
5. Parodi
6. Memutarbalikan Logika
7. Plesetan

"Ide datang sekilas lalu melintas, dan itu harus langsung kalian tangkap." (Jitet Koestana)

Wednesday, September 12, 2018

Bagaimana Juarai Display INOBEL?

Menindaklajuti artikel pertama per tanggal 11 September kemarin,  tentang "Mau Menjadi Juara INoBeL?". Banyak bersliweran pertanyaan yang masuk ke chat WA penulis yang menanyakan tentang bagaimana kunci dalam menampilkan display pameran produck inovasi pembelajaran hasil karya para finalis. Baik apa dari apa yang perlu dipersiapkan, dan harus bagai mana untuk bisa tembus 10 besar finalis INoBeL. Juara sebenarnya memang sudah kelihatan dari penilaian para Juri pakar, dinggal sesi terakhir penjurian wawancara dan display. Dan tentu wawancara sudalah biasa bagi sekelas guru yang telah masuk kontestasi Nasional. 
"Display", ini lah point besar berikutnya yang harus bisa para finalis rebut untuk bisa jadi Juara. Nah gak perlu panjang lebar lagi, berikut gambaran display yang pernah penulis sajikan dari karya penulis yang telah memenangkan beberapa kontestasi.
Nah minimal apa saja yang harus ada di display Inobel?
1. Cek ulang buku panduan lomba Inobel Terbaru tentang borang penilaian display. Syarat minimal hal tersebut harus anda penuhi.
2. Display harus "Waoooouuuu", yang bukan berarti heboh tanpa arti. Harus bisa semenarik mungkin bagi pengunjung, atau bisa dikata ciptakan magnet di stand display anda.

3. Display dalam bentuk Audio Visual akan sangat mendukung sekali. Mengingat semenit tayangan video bisa menggambarkan ribuan makna. Buat video tentang keunggulan karya anda serta pemanfaatannya dalam pembelajaran. Ingat posisi peletakan display digital ini juga harus anda pertimbangkan dan jangan sapai merusak suasana display menjadi tidak nyaman dilihat.
4. Siapkan brosur tentang ringkasan karya anda untuk dibagikan ke setiap pengunjung yag mampir ke stand anda selain barner yang telah anda buat. Tentu sambil persilakan mereka mengisi daftar hadir yang telah anda sediakan.
5. Terakhir tunjukkan hasil inovasi anda yang bener bener bisa di peragakan oleh setiap pengunjung stand. Dan tentu ingat durasi untuk mempraktekan jangan memakan waktu terlalu lama.

Ok semoga bisa memberi kemanfaatan. Selamat berjuang untuk menjadi pemenang. Tunjukkan yang terbaik, terus belajar, dan jangan lupa sebarkan ilmu yang telah anda miliki. Insyllah disitulah letak keberkahan Juara dan ilmu anda. 

Tulisan Ini akan Jauh Bermanfaat jika teman-teman sudi membagikannya ke yang lain. Semoga!.


Tuesday, September 11, 2018

Rahasia Menjadi Juara INOBEL


   Melihat pengumuman Finalis Nasional Inobel 2018 rasanya penulis perlu berbagi tentang "Mendesain Pembelajaran yang Kreatif dan Rekreatif", karena tentu hari ini banyak yang kecewa oleh sebab karya dan KTI yang sudah dipersiapkan mati-matian Allah mentakdirkan belum lolos ke ajang bergengsi ini. Mau menjadi Juara INOBEL nah tentu harus mampu mendesain pembelajaran yang kreatif dan rekreatif. Berikut penulis sampaikan juga link Video hasil karya penulis yang telah menjuarai event baik tingkat kota hingga Nasional:
“Dengan pembelajaran yang kreatif dan rekreatif anak akan selalu adiktif untuk belajar. Kreatif dalam mendesain atau menyusun pembelajarannya, rekreatif dalam pelaksanaanya akan membuat anak menjadi adiktif dalam melakukannya”. Itulah harapan terlaksananya sebuah kegiatan belajar mengajar yang kreatif serta rekreatif (baca : menghibur dan menyenangkan bagi siswa) sehingga dapat membuat siswa kecanduan untuk terus belajar.  
       Tentu sebagian dari kita sudah tahu program yang diluncurkan Kemdikbud sejak 2015 kemarin, yaitu program mengisi liburan bagi siswa SMA/SMK Belajar Bersama Maestro (BBM). Bukan teknisnya yang ditekankan akan tetapi interaksi dan inspirasi dari maestro itu yang jauh lebih berharga. Karena dengan begitu anak akan lebih mantap dan senang dalam menjalaninya (rekreatif). Terinspirasi untuk menjadi ahli dibidangnya itulah yang akan membuat anak terus ingin melakukan lebih dalam belajar (adiktif).
        Masalah akan muncul apabila kita sebagai seorang guru tidak bisa membawakan suasana belajar yang menyenangkan bagi anak. Tentu tanpa menghilangkan rasa hormat anak terhadap guru. Untuk itu disaat liburan anak yang bisa kita lakukan sebagai guru adalah mendesain dan mengembangkan RPP agar tercipta pembelajaran yang lebih kreatif dan rekreatif. Dengan tujuan besarnya akan tercipta pendidikan yang bermutu. Adapun Pendidikan yang bermutu adalah pendidikan yang berfungsi untuk menyiapkan peserta didik agar dapat menghadapi tantangan perubahan dalam kehidupan lokal, nasional, dan global melalui pembelajaran aktif, inovatif, kreatif, dan menyenangkan. 
        Oleh karena itu, pendidikan perlu dikembangkan secara berkelanjutan sesuai dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Sehingga kita dalam menjalankan sebuah pembelajaran perlu adanya penyesuaian dengan perkembangan jaman. Pembelajaran dijaman kita sekolah dulu tentu sudah jauh berbeda dengan pembelajaran yang harus kita jalankan untuk anak didik kita sekarang. Mengingat kita tumbuh dan berkembang serta mengenyam pendidikan diabad 20 sedangkan anak didik kita lahir dan dibesarkan diabad 21 yang serba sudah modern.
      Untuk mengatasi hal berikut akan penulis sampaikan beberapa langkah untuk mewujudkan pembelajaran yang lebih kreatif dan rekreatif. Pertama, lakukan review RPP. Dengan membuat catatan atau coretan-coretan dari RPP yang dijalankan dipembelajaran yang telah lalu tentu akan membuat langkah pembelajaran lebih terarah. Mengevaluasi kekurangan yang belum dilakukan serta menambahkannya dengan langkah yang lebih kreatif tentu akan lebih membuat siswa senang dalam menjalaninya.
        Kedua, libatkan anak dalam membuat perencanaan pembelajaran. Tentu tidak 100 % dari anak akan tetapi kita perlu masukan dan melibatkan anak dalam penyusunan RPP. Dalam artian ide dan masukan dalam pelaksanaan pembelajaran yang jauh lebih dirasa rekreatif bagi siswa akan lebih tercipta jika kita melibatkan anak dalam perencanaanya. Dikarenakan anak lah yang akan menerima pembelajaranya, sehingga dengan melibatkan dan membuat kesepakatan dengan mereka tentu hasil pelaksanaan kegiatan belajar mengajar (KBM) nantinya akan lebih menyenangkan dari kedua belah pihak. Guru mantap dalam mentransfer ilmu, siswapun senang dan enjoy dalam menyerapnya karena mereka merasa dihargai dan melaksanakan atas apa yang disepakati bersama.
       Ketiga, menggukan media pembelajaran yang inovatif dan kreatif. Kata menggunakan disini tidak harus kita menciptakan media sendiri, akan tetapi bisa memanfaatkan media yang telah diciptakan orang lain. Mengutip kata-kata dari Albert Einstein bahwa kreatif itu mampu menggabungkan segala sesuatu yang telah ada menjadi segala sesuatu yang belum pernah ada. Nah akan lebih mantap memang jika kita bisa menciptakannya sendiri media apa yang akan kita gunakan dalam pembelajaran (menggunakan media sendiri wajib hukumnya bagi calon juara INOBEL)
. Dengan mengadopsi media-media yang telah ada dapat kita inovasikan menjadi media pembelajaran sesuai kebutuhan pembelajaran kita tanpa harus mengeluarkan biaya mahal.
     Keempat, penerapan metode pembelajaran yang bervariasi. Ingat apabila perencanaan sudah mantap, media yang digunakan sudah kreatif tentu akan membuahkan hasil yang kurang optimal tanpa penggunaan metode ajar yang sesuai. Tidak hanya sesuai saja namu penyampaianpun harus dengan berbagai metode pembelajaran yang berbeda agar tidak terkesan monoton dan membosankan. Ingat kesan kreatif dan rekreatif harus kita tekankan agar anak mudah dalam menerima pembelajaran. Dan endingnya mereka akan menjadi pembelajar sejati yang selalu kecanduan untuk terus belajar. Semoga. 

Wednesday, September 5, 2018

Trik Menjadi Guru Kreatif

(Telah  dipublikasikan dalam artikel Untukmu Guruku Jawa Pos Radar Semarang 
Minggu, 22 Februari 2016)

Semua ini berawal dari pesan Bapak Tarno Swito yang beliau sampaikan sebelum saya masuk kuliah di UNDIP karena Beliau menginginkan anaknya menjadi orang sukses. Masih teringat jelas kata-kata itu, “Le dadhio wong sing betah ngeleh lan melek, pinter mikir lan ndzikir, biso o rumongso ojo rumongso biso!”. Tiga pesan itu yang selalu saya tanamkan pada diri saya pribadi, bahkan saya ajarkan pada keluarga dan anak-anak didik saya disekolah.

Orang bilang mimpi jangan terlalu tinggi, takut kalau jatuh sakit dan mati. Hal tersebut terkadang membuat kita lemah sehingga takut untuk bermimpi yang sebenarnya hanyalah tendensi dari sebuah kemalasan. Karena jika memang mimpi kita besar maka harus besar pula perjuangan dan pengorbanan kita. Tidak sedikit orang yang punya mimpi besar dan gagal hanya karena kurang dalam berjuang dan berkorban untuk mewujudkan mimpi itu. Untuk itu yang pertama harus dimulai dari keberanian untuk bermimpi besar disertai usaha yang besar pula. 

        Kedua, kemauan untuk terus mikir (belajar) merupakan inti untuk terus bisa berinovasi, karena tanpa dasar ilmu yang kita dapat dari membaca dan belajar bahan  untuk berinovasi dalam pikiran kita akan kosong dan mustahil untuk muncul ide-ide kreatif. Ada lima hal yang perlu kita tekankan dalam membuat karya inovatif, yaitu :
1. Ada nilai kekinian/kebaruan dalam karya kita, bahkan kalau bisa belum pernah ada sebelumnya.
2. Dapat diaplikasikan sesuai bidang karya kita, bisa dalam bidang kesehatan, pendidikan, industry dan lain sebagainya.
3. Mudah ditiru kembali, dalam artian jika orang lain ingin memanfaatkan karya kita, maka mereka tidak kesulitan untuk membuatnya kembali.
4. Ada nilai harapan untuk dapat dikembangkan lagi dari karya kita. Baik nantinya oleh diri kita maupun oleh orang lain yang ingin lebih mendalami lagi, tentu dengan etika yang berlaku.
5. Marketable (laku dipasaran), dapat diproduksi kembali dengan biaya yang terjangkau yang akhirnya akan bisa bermanfaat bagi masyarakat luas. Untuk bidang tertentu point kelima ini tidak harus terpenuhi, akan tetapi point 1-4 minimal harus bisa terpenuhi.
Dari penerapan point-point tersebut Alhamdulillah hasil karya penulis (Mobil Udara 003) berhasil menjadi Juara 1 Lomba Kreatifitas Guru Nasional 2015 yang diselenggarakan oleh Kemdikbud serta Juara 2 lomba Inovasi Praktikum MIPA Nasional yang diselenggarakan oleh Fakultas Pendidikan MIPA UNNES tahun 2015 kemarin.

          Ketiga, kalau semua itu sudah tercapai maka jangan pernah mudah merasa puas (rumongso biso), tetap terus berpikir lakukan evaluasi untuk terus mengembangkan inovasi (biso rumongso). Dan yang terpenting jangan pernah merasa sombong atas capaian dan prestasi kita. Teruskan dengan diskusi dan jalin komunikasi dengan orang yang lebih ahli dari diri kita untuk terus dapat meningkatkankan penguasaan ilmu kita.

           Terakhir, betah ngeleh (puasa), melek (solat malam) lan ndzikir (berdoa) tentu harus tetap kita jalankan sebagai bentuk syukur atas pencapaian dan tentu juga sangat kita perlukan untuk memperkuat doa atas usaha yang kita lakukan. Sebagai penutup mengutip kata-kata mantan Presiden kita bapak Susilo Bambang Yudoyono bahwa “Hanya dengan berpikir besar dan berkarya besar, bangsa ini menjadi bangsa yang besar”. Semoga ada manfaat. Amin.