Thursday, December 13, 2018

SMP IT PAPB Sematkan 120 Pin Prestasi

Ramelan, Kepala SMP IT PAPB Semarang
menyematkan PIN Prestasi kepada siswa-siswi berprestasi

Semarang, kali kedua ini SMP IT PAPB memberika apresiasi pin prestasi yang diwujudkan dalam pin PAPB JUARA. Bersama belajar, Belajar Bersama Menjadi Juara merupakan tema yang diangkat kali ini. 120 pin prestasi disematkan kepada siswa-siswi SMP IT PAPB yang telah memberikan torehan prestasi di bidang lomba sepanjang tahun 2018 yang terdiri dari 44 juara tingkat provinsi (Silver Pin) dan 76 juara tingkat kota (Bronze Pin) , ditambah 12 pin untuk anak yang telah menyelesaikan hapalan Qur’an 1 Juz keatas (Green Pin) dan 4 pin prestasi dibidang organisasi (Orange Pin). Selain itu 5 prestasi Guru dan 2 prestasi sekolah juga telah ditorehkan oleh sekolah yang telah mendapat predikat Sekolah Keren ini. Iqbal Fadillah mengatakan, “Saya sangat senang karena baru masuk satu semester di SMP IT PAPB Semarang sudah mendapatkan 2 pin prestasi, harapan saya tahun depan saya bisa mengumpulkan lebih banyak lagi pin prestasi.”

Selain hal tersebut sebagai wujud Implementasi dari Apresiasi Sekolah Hebat  dari Kemdikbud tahun 2017, SMP IT PAPB yang berada di jalan Panda 44 ini menberikan apresiasi orangtua hebat 2018 kepada 3 orangtua siswa terpilih. Penjurian ketat dilakukan oleh tim pengembang Sekolah Sahabat Keluarga SMP IT PAPB, dari usulan 14 nominator akirnya mengerucut 3 nama yang dikatakan layak menyandang gelar Orangtua Hebat PAPB 2018 ini. Penilaian aspek anak di sekolah meliputi aspek sikap karakter anak, penilaian ibadah anak, catatan BK dan prestasi anak sedangkan penilain yang lain meliputi keseharian anak di rumah dari segi ibadah, sikap keortu hingga penilaian program PAPB Sosial Care yang telah diluncurkan di awal tahun pelajaran ini. Catatan lain mengenai hubungan baik orang tua dengan sekolah dalam peningkatan prestasi anak tak luput pula dari penilian tim juri.

Berbincang: Kepala Sekolah SMP IT PAPB Semarang
sedang berbincang kepada para Penerima Apresiasi Orangtua Hebat PAPB
“Umayah, salah satu penerima apresiasi ini merasa kaget dan bangga karena tahun ini dipandang mampu mendidik anakya dengan baik sehingga dipercaya untuk mendapatkan apresiasi yang belum ada sebelumnya ini. Menanamkan ibadah keanak dan untuk terus berprestasi di bidang seni rebana telah mengantarkan anak bersama tim rebana SMP IT PAPB menjadi juara 2 loma rebana tingkat provinsi dan juara 3 lomba wayang orang tingkat kota Semarang 2018.

Ramelan, selaku kepala sekolah mengatakan, “saya merasa bangga atas raihan prestasi yang telah sekolah capai ditahun 2018 ini. Ucapan terimakasih disampaikan karena semua capaian ini tidak lepas dari dukungan dan kerjasama yang baik antara pihak sekolah dan orangtua siswa. Sehingga kedepan hal tersebut perlu ditingkatkan lagi untuk meraih prestasi, prestasi yang jauh lebih besar. Sehingga apresiasi sekolah keren sebagai sekolah sahabat keluarga tidak hanya sebagai apresiasi saja namun juga harus sebagai implementasi nyata pungkasnya.

Friday, December 7, 2018

Belajar Materi Esensial UNBK 2019 (Kelas 9)

Doc. Pribadi
Tak terasa Semester satu telah terlalui, PAS 1 telah terjalani, nah to UN/UNBK sudah menanti.  Sudah siap kaka? Sudah tentunya donk! Terlebih tanggal 11-14 Desember besuk sudah simulasi UNBK yang pertama.

Nah berikut Sir m03L berikan beberapa tips untuk lebih siap menghadapi UN/UNBK:
Pertama, niatkan diri untuk mendapat nilai sempurna. Mungkin untuk sebagaian orang tidak berani meniatkan diri untuk mmendapatkan nilai sempurna/mentargetkan nilai maksimal. Kalau dulu Sir m03L memotivasi ke kakak - kakak kelas kalian dengan semangat 
Nilaiku Harus 100!”
kata-kata itu seakan menghipnotis mereka untuk berjuang maksimal guna mendapatkan nilai maksimal. Nah bayangkan saja kalau nilai UN/UNBK kalian semuanya 100, coba bayangkan dulu barang lima menit! Tentu diantara kalian ada yang membayangkan begitu senangnya ortuku, aku dapat hadiah dari ortu, bakal mendadak tenar, dikenang guru-guruku, nama sekolahku terangkat dan masih banyak lagi bayangan keuntungan saat kita dapat mencapai target tersebut. Tentu dengan niat diri wajibnya usaha harus lebih donk ya! Pasti!

Kedua, berdoa, minta didoakan, dan saling mendoakan. Berdoa dan minta didoakan mungkin itu sudah sering kalian lakuakan, namun saling mendoakan tentu sebagain dari kalian terlewatkan. Bayangkan saja missal satu angkatan ada 150 siswa, tiap siswa sehabis solat atau pun sehabis solat malam saling mendoakan temanya, nah tiap hari akan terlantun 150x150 doa yang sama. Memang kita tidak tahu sih doa siapa yang dikabulkan sesuai doa yang dimintakan, namun makin banyak doa dipanjatkan tentu makin banyak pula yang terkabul. Nah catatan lain untuk memperkuat doa kita tentu perlu dijaga ibadah kita, sedekah kita, istigfar kita, maupun solawat kita niatkan untuk mendapatkan keridoan Allah. Sekali lagi tentu niat dan doa tidak aka nada gunakan tanpa Usaha maksimal!

Ketiga, belajar dengan cara cerdas. Enak tentu UN/UNBK jaman sekarang. Kisi-kisi dan materi esensial banyak beredar dimana-mana sehingga tidak perlu menumpuk buku dari kelas 7-9, cukup pelajari materi esensial beserta pengayaanya sudah barang tentu kalau Allah ridho nilai 100 dengan sangat mudahnya akan teraih. Ingat kuasai dulu materi esensial yang ada, pastikan diri kalian bisa mengerjakan soal dengan benar saat soal tipe itu keluar baru beranjak ke materi pengayaan. Materi pengayaan pun bisa kalian dapatkan sendiri dengan mempelajari materi dari soal-soal UN/UNBK tahun sebelumnya. Untuk itu berikut Sir m03L sampaikan materi esensial sebagai bahan belajar kalian:


Semangat belajar untuk membingkai mimpi-mimpi indahmu menjadi sebuah kenyataan!
Ingat kaka Nilaiku Harus 100!

Fokus, yakin bisa dan selalu pegang prinsif KEJUJURAN yak agar lebih berkah ilmu yang kalian dapat! Serta endingnya sekolah harapan dapat kalian raih. Aamiin!


Thursday, December 6, 2018

JLC 2018: Perkuat Literasi dengan Ngecamp Bersama

Sumber: Panduan JLC2018
JLC 2018, trobosan gerakan literasi yang bertajuk ngecamp bersama disertai game competisi “Literacy Race” yang berhadiah sengaja dirancang panitia untuk menambah meriahnya belajar bersama untuk menumbuhkan jiwa literasi di diri kawula muda.
Jimus Literasi Camp 2018 di selenggarakan di desa Literasi Jimus kecamatan Polanharjo kabupaten Klateen 14-16 Desember 2018. Gerakan ini dilatarbelakangi adanya desa yang tengah berkembang membutuhkan dorongan semangat dari segenap praktisi dan penggiat literasi dari berbagai kalangan. Menjaring minat dan inisiatif literasi di desa jauh lebih sulit dan menantang dibandingkan dengan geliat literasi di perkotaan. Sulitnya akses pada komunitas & inisiatif literasi membuat kegiatan literasi desa lambat berkembang.
Munculnya penggiat dan relawan literasi juga masih sporadis. Belum banyak yang saling terhubung untuk membuat gerakan yang sinergis, progresif dan berkelanjutan. Terutama gerakan yang berjalan di tengahtengah masyarakat, bersama-sama masyarakat, serta dirasakan manfaatnya secara langsung. Selain itu, tidak sedikit penggiat dan relawan literasi yang masih terkendala dengan kurangnya pengalaman. Baik pengalaman dalam bidang literasi (khususnya menulis), maupun pengalaman mengelola dan menjalankan program kegiatan bermutu.
Anda berjiwa muda, cinta literasi, tertarik untuk maju bersama untuk mengembangkan gerakan literasi didaerah mu?
Silahkan bentuk timmu segera bergabung dan menangkan kompetisinya! So segera yak jangan sampai ketinggalan ivent seru ini ya guys..!

Berikut link download panduan dan pendaftarananya:

Untuk info lebih lengkap silahkan hubungi link berikut:
1.    Face book: fb.com/jimuslitcamp  

Semangat ya guyss. Salam Literasi

Wednesday, December 5, 2018

ISODEL: Menjadikan Pendidikan 4.0 untuk Indonesia


sumber: https://isodel.kemdikbud.go.id/index.html
Apasih ISODEL itu?
Nah bagi teman teman yang belum tahu apa itu ISODEL berikut sedikit ulasan tentang apa itu ISODEL berikut link download materi ISODEL tahun 2018 yang dapat temen-teman jadikan sebagai bahan belajar.

Pesatnya perkembangan teknologi informasi dan komunikasi, saat ini disebut sebagai Revolusi Industri 4.0, telah menciptakan perubahan mendasar dalam semua aspek kehidupan masyarakat termasuk pendidikan. Cara seseorang belajar, bekerja dan mengajar juga berubah menjadi lebih menantang. Tantangan ICT saat ini dalam pendidikan adalah untuk memanfaatkan berbagai potensialnya dalam mempersempit kesenjangan digital, pembentukan karakter, transformasi pendidikan digital, dan pendidikan kejuruan. Menghadapi tantangan yang akan datang, Pustekkom Kemendikbud (Pusat Pendidikan dan Kebudayaan ICT, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan) memiliki peran utama dalam transformasi pendidikan di Indonesia untuk Pendidikan 4.0.



Bekerjasama dengan UT (Indonesian Open University), IDLN (Jaringan Pembelajaran Jarak Jauh Indonesia), ICDE (International Council for Distance Education), Sekretariat SEAMEO, Pustekkom akan menyelenggarakan International Symposium Open and Distance Learning (ISODEL) 2018 kali ini mengangkat tema:

“Menjadikan Pendidikan 4.0 untuk Indonesia”

Acara ini bertujuan untuk memberikan kesempatan bagi pembuat kebijakan, ilmuwan, akademisi, guru, peneliti dan praktisi dari seluruh dunia untuk bertukar pengetahuan, ide, dan pengalaman mereka untuk mendukung transformasi pendidikan di Indonesia menuju Pendidikan 4.0. ISODEL 2018 adalah kesempatan yang sangat baik bagi mereka yang peduli dan terlibat dalam peningkatan pendidikan melalui ICT.

ISODEL 2018 telah berlangsung di Bali, 3 hingga 5 Desember kemarin. Sebagai salah satu tujuan pariwisata global, Bali memberikan peserta kesempatan untuk mengambil bagian dalam simposium serta menikmati keindahan pemandangan dan budaya yang kaya.

Nah bagi teman teman yang ketinggalan maupun belum berkesempatan untuk mengikuti ataupun hadir dalam kegiatan tersebut berikut penulis sampaikan link download materi ISODEl 2018:


Nah Pelajari, cermati dan persiapkan diri teman-teman untuk bisa mengikuti ISODEL 2019 yak, yang insyalllah akan diselenggarakan di Jakarta. Semoga bermanfaat.

Tuesday, December 4, 2018

Pembelajaran STEM untuk Revolusi Industri 4.0


Makin berkembangnya zaman, dunia pendidikan dituntut untuk terus berinovasi mengikuti perkembangan tersebut. Tak ketinggalan sebagai ujung tombak jalannya pendidikan formal, seorang guru juga harus terus berinovasi mengikuti dan yang terpenting dapat menyampaikannya kepeserta didik mereka. Terbaru Revolusi Industri 4.0 menuntut kita semua untuk mengikutinya. Pembelajaran STEM menjadi salah satu alternatif dari beberapa inovasi dalam pembelajaran. Mengingat dalam pembelajaran STEM butuh imajinasi, kreativitas, kerja sama, komunikasi bahkan hingga pelibatan teknologi dari model enginnering yang diajarkan. Untuk itu penguasaan pembelajaran berbasis STEM haruslah dikuasai guru masa kini.

Lantas bagaimana institusi pendidikan harus mempersiapkan? Institusi pendidikan pun harus mendukung dan memprogramkan dalam kurikulumnya untuk pelaksanaan hal tersebut. Persiapan, pengkoordinasiaan dan penjalinan kerjasama dengan bidang industry yang mendukung pembelajaran tersebut sangatlah perlu dilakukan guna terpenuhinya hak siswa dalam mendapatkan pendidikan yang sesuai zaman mereka. Bahkan masyarakatpun perlu ikut kontri busi dalam jalannya pendidikan ini. Berdasarkan sumber yang diperoleh penulis dari www.stem.org.uk bahwa di Amerika, mereka telah membuat jejaring volounteer STEM di berbagai regional untuk menarik minat kaum muda dalam belajar STEM. Mereka telah melibatkan partisi untuk mendukung pendidikan yang mengarah ke revolusi Industri 4.0. Segala hal di lingkungan yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung hal tersebut dilakukan. Sudahkah kita seperti itu? Minimal mendekati atau mulai meniru untuk mengejar ketertinggalan kita perlu menjadi sebuah gerakan.

Kalau kita mau, tentu akan mampu. Dukungan bersama baik dari guru sendiri yang harus mau untuk terus belajar dan mengembangkan kemampuan berkait dengan tuntutan tersebut, dari institusi pendidikan yang juga harus mendukung dan mulai merancang model kurikulum yang sesuai, intitusi non pendidikan maupun government juga harus pegang kebijakan dan menyediakan beberapa fasilitas public yang dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran untuk siswa. Dengan begitu pembelajaran STEM dapat dilakukan di luar kelas sehingga anak akan lebih tertarik dan berkesan.  Berikut penulis sampaikan beberapa link video pembelajaran STEM yang penulis telah lakukan:

1.    Pembelajaran STEM dengan kapal Otok-otok : 
2.    Mengukur Luas Daun (STEM education in Biology: City Garden Explorring):
https://www.youtube.com/watch?v=uoYFl3hrKrA&t=149s
3. STEM education with Monorel Udara 009 : 

Siswa PAPB Juara 1 Lomba Karya Jurnalistik

Falahafizh Razzaqi Vio Aldira, Maritza Dhena Alifya dan Nayla Mayasarah Izzati siswa SMP IT PAPB berhasil menjadi juara I dalam Lomba Karya Jurnalistik Siswa (LKJS) se Kota Semarang.
Siswa Islam Terpadu Pengajian Ahad Pagi Bersama (IT PAPB) Semarang berhasil mendapat juara pertama dalam ajang Lomba Karya Jurnalistik Siswa (LKJS) se Kota Semarang dengan tema perangi hoaks (hoax) atau berita bohong yang digelar di SMPN 39 Semarang.
Tiga siswa SMP IT PAPB yakni Maritza Dhena Alifya (kelas 7A), Nayla Mayasarah Izzati (8B), dan Falahafizh Razzaqi Vio Aldira (8B) meraih juara I, SMPN 39 juara II dan tim dari SMPN 2 Semarang yang berada pada posisi III.
"Kami tertarik mengusung tema dengan judul peran remaja dalam menangkal hoaks. Sebelum  membuat tulisan tersebut, kami melakukan wawancara pada 150 teman kami, bagaimana mereka menangkal hoaks yang saat ini sangat mudah diakses di media sosial. Mereka ternyata rata-rata sudah sadar, bahwa hoaks, tidak perlu disebarkan. Bahkan mereka juga mulai sadar, bagaimana memilah informasi yang baik dan benar. Jadi tidak serta merta, percaya," jelas Maritza, pemimpin redaksi PAPB News.
Tulisan tersebut awalnya bersaing dengan 64 tulisan siswa sekolah lain. Kemudian disaring oleh panitia menjadi 20, untuk mempresentasikan. 
"Alhamdulillah kami juara I," kata Nayla dan Falahafizh. Sedangkan jurinya adalah dari unsur dosen, media massa dan praktisi. 
Diakui oleh Maritza, era digitalisasi, media sosial (medsos) berkembang sangat pesat. Semua kehidupan dan sektor bisa diakses dengan mudah lewat medsos. Dalam perkembangannya, banyak juga pemberitaan atau sebut saja tulisan-tulisan yang tidak bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya. 
Kondisi ini jika tidak diperangi dari anak-anak muda, dikhawatirkan akan makin berkembang dan meracuni kehidupan anak muda. Oleh karena itu, anak muda harus bijak dalam memilah dan memilih pemberitaan di media sosial.
Sumber: m.ayosemarang.com

Monday, December 3, 2018

Online Science Project Competition (OSPC) 2019


Online Science Project Competition (OSPC) 2019. OSPC merupakan sebuah kegiatan sains proyek penelitian berbasis online dalam bidang biologi, fisika, kimia, life science, environmental science and engineering, computer science, biomedical science dan Social Science. Kegiatan ini diperuntukan bagi para generasi muda Indonesia yang bersekolah di tingkat SMP/MTs, SMA/MA,SMK, Mahasiswa Universitas seIndonesia.
Kegiatan OSPC dilandasi oleh pemikiran bahwa kemajuan dunia teknologi telah merubah cara dan pandangan terhadap ilmu pengetahuan. Untuk itu diperlukan sebuah wadah untuk menggali potensi sains dalam diri putra/i Indonesia agar lebih maju dan dapat bersaing dalam dunia global.

Tema penelitian dibagi menjadi 7 kategori, yaitu : Biologi, Fisika, Kimia, Life Science, Environmental Science and Engineering, Computer Science, Biomedical Science dan Social Sceince.

Hadiah dan penghargaan para juara per kategori dibagi menjadi :
1.        Pemenang Medali Emas + Uang pembinaan + Sertifikat
2.        Pemenang Medali Perak + Uang pembinaan + Sertifikat
3.        Pemerang Medali Perunggu + Uang pembinaan + Sertifikat
4.        Honorable mention + Sertifikat
Juara dari ajang kompetisi ini akan diikut sertakan dalam ajang kompetisi International IFEST Tunisia, BYSCC Beijing China, I2Create Malaysia dan Geneve Swiss.

untuk panduan lebih lengkap silahkan download link panduan berikut:



 

Kisi-Kisi dan Latihan Soal PAS 1 2018-2019


Wah tak terasa sudah di penghujung semester 1 ni anak-anakku. Materi sudah di berikan oleh guru, ulangan, tugas, mid semester sudah terlalui juga. Nah tinggal Penilaian Akhir Semester(PAS) bukan? PAS 1 kali ini disekolah kita dilaksanakan dari tanggal 28 November hingga tangga 7 Desember 2018. Semangat kan tentunya? “Wah pasti donk”.
Nah untuk latian belajar kalian berikut Sir Moel berikan latihan soal tahun 2017/2018 berikut kisi-kisi PAS 1 2018/2019. Belajar yang bener ya nak! Semoga nilai PAS kalian sangat memuaskan.
Ingat KKM kita kan? Sangat memuaskan artinya harus di atas nilai 90 lho ya! … hemmmm. Selamat Belajar!

Sebagai bahan latihan silahkan kalian dowload soal PAS 1 2017/2018 dan Kisi-Kisi Soal PAS 1 2018/2018 di link download berikut:


Thursday, October 18, 2018

Download Buku Meneliti Itu Seru!!!


Ikut menghadiri kegiatan Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) tingkat SMA/MA 2018 merupakan kesempatan emas. Kesempatan itu penulis ambil untuk banyak menimba ilmu khususnya ilmu dibidang kepenelitian untuk membimbing siswa. Selain melihat exspo hasil penelitian siswa finalis OPSI perwakilan provinsi masing-masing, penulis juga dapat kesempatan untuk mengikuti seminar dengan tema Meneliti Itu Seru!!! yang merupakan tema OPSI tahun ini.
Wah senangnya lagi setiap peserta seminar dapat buku Meneliti Itu Seru!!! Terbitan Kemdikbud yang tidak diperdagangkan lho. Nah berikut sekilas isi buku tersebut:
Pada bagian awal dituliskan tentang Pelopor Peneliti Dunia yang mengulas kisah Archimedes, Ibnu Sina, Alexander Flemming dan Mark Zuckerberg. Dilanjut dengan kilasan tentang kisah peneliti muda Indonesia yang telah juara ditingkat Internasional yang di rangkum dalam tajuk Dunia memerlukanmu, Peneliti Muda!
Berikutnya buku ini sendiri terdiri dari 6 bab yang mengulas tentang bagaimana meneliti, menemukan ide, publikasi hasil penelitian hingga etika dalam penelitian. Nah lebih detail lagi teman-teman yang kemarin tidak berkesempatan hadir dan ingi tau tentang serunya meneliti dapat kalian lihat video diatas, berikut sekaligus dapat kalian dapatkan link Dwonload e-booknya lho. Wah pasti kalian suka kan?



Tuesday, October 16, 2018

Menggagas Kurikulum Bencana


Tayang di Opini Koran Tribun Jateng
Selasa, 16 Oktober 2018
Berita duka dari 2090 lebih korban jiwa tersugguh dihadapan kita dari bencana gempa tsunami Palu dan Donggala. Belum sembuh pilu ini dari duka sebelumnya ditambah lagi gempa Situbondo yang juga memakan korban jiwa. Memang tsunami, gempa bumi, putting beliung, badai petir, tanah longsor, gunung meletus, kebakaran hutan, luapan lumpur, rob, banjir, kekeringan hingga likuivasi adalah deretan bencana alam yang bisa dikata familier ditelinga kita. Mengingat bencana-bencana itulah yang sering menimpa negrikita, seakan tiada henti sejak Tsunami Aceh tahun 2004 hingga sekaran bencana silih berganti menimpa Negara kita. Bahkan tidak cukup sampai disitu, runtutan potensi bencana yang mungkin menerpa bisa dikatakan merata dari Sabang sampai Merauke. Maka tidak salah jika kita mengatakan bahwa Indonesia merupakan daerah rawan bencana. Lantas sudah siapkah kita menghadapi semua itu? Tentu tidak semua orang menjawab siap, mengingat setiap terjadi bencana, setiap kali pula hal tersebut memakan banyak korban jiwa.
Melihat kenyataan tersebut sepertinya sudah saatnya kurikulum bencana diintegrasikan kedalam kurikulum pembelajaran nasional. Buku saku panduan bencana memang sudah disusun dan diedarkan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sejak 2017 lalu. Didalam buku saku tersebut dikatakan bahwa adanya buku itu tidak menjamin keselamatan, namun memberikan pedoman secara umum untuk kesiap siagaan. Latihan merupakan upaya nyata untuk meningkatkan kesiap siagaan menghadapi bencana. Tapi kenyataan dilapangan belum semua masyarakat atau khususnya intitusi pendidikan melakukan simulasi seperti apa yang telah diarahkan dalam buku saku tersebut. Sekali lagi implementasi kurikulum bencana perlu sejak dini diterapkan di kurikulum nasional, minimal terintegrasi dalam kurikulum pramuka yang sudah diwajibkan untuk seluruh siswa. Ataupun diselipkan dibeberapa materi pelajaran yang berkaitan dengan bencana baik di IPA maupun di mapel Geografi.
Lantas mulai darimana? Pertannyaan berikutnya yang mugkin muncul di benak kita. Tentu tiap daerah mempunyai karakter topografi yang berbeda, lewat BMKG tentu kita bisa mendapatkan data dan prediksi bencana apa saja yang mungkin melanda wilayak kita. Dari data itulah dapat kita petakan  semacam zonasi wilayah rawan bencana, untuk itu kurikulum bencana yang sesuai dengan karakteristik masing masing daerah tersebut yang minimal wajib disampaikan dan diketahui oleh siswa maupun warga sehingga kapanpun terjadi bencana tentu mereka sudah siap dalam penanggulangannya. Dan tentu setiap bencana memiliki penanggulangan, penanganan, cara penyelamatan diri hingga cara evakuasi yang berbeda. Tidak salahkan kalau kita sebagai siswa maupun wargga sudah lihai dalam urusan itu semua. Sehingga jika terjadi bencana kitapun siap membantu evakuasi tanpa harus menunggu dan mengandalkan bantuan utama dari BNPB.
Berdasarkan hal tersebut, ada tiga hal yang wajib kita kuasai dalam penanggulangan bencana berdasarkan karakteristik yang dimiliki masing-masing bencana versi www.hopeindonesia.org. Pertama, mulai dari pahami karakteristik masing-masing bencana yang ada. Mulai dari karakteristik, jika mungkin tanda-tanda/gejala, bisa dari detektor yang ada ataupun prediksi dari BMKG setempat. Hingga posisi pengamanna diri saat terjadi bencana sangatlah perlu kita ketahui untuk meminimalisir terjadinya korban jiwa.
Kedua, kenali dan waspadai resiko yang mungkin akan terjadi saat terjadi bencana alam tersebut. Tentu beda bencana beda pula resiko yang ditimbulkan. Dan tentu hal tersebut tidak akan diketaui dan dimengerti kalau tidak disampaikan atau diajarkan ataupun disimulasikan. Yang sudah sering kita lihat dibeberapa tempat adalah tulisan jalur evakuasi ataupun titik kumpul, hal tersebut menunjukkan kewaspadaan dan kesiapan diwilayah tersebut jikalau terjadi bencana. Tapi sudahkah semua begitu? Tentu belum jawabnya.
Ketiga, tangani. Penanganan sebelum, saat dan pasca terjadi bencana tentu berbeda. Penangan sebelum artinya siapapun wajib tahu ilmu penyelamatan ataupun penanggulangaan saat terjadi bencana, untuk itu ilmu tersebut peril disampaikan dikurikulum pembelajaran. Sedangkan saat terjadi bencana tentu implementasi dari ilmu yang telah kita dapat dan pelajari untuk penyelamatan diri, baik untuk menyelamatkan diri sendiri maupun upaya penyelamatan kepada orang lain. Dan tentu untuk melatih hal tersebut butuh simulasi sebelumnya agar kesiap siagaan atau kecakapan selalu ada pada masing-masing siswa dan masyarakat.
Terakhir penanganan pasca atau setelah terjadi bencana atau bisa dikata evakuasi. Apakah kita harus menunggu dari Basarnas turun lapangan? Ataukah kita harus segera bertindak? Kalau kita tahu ilmunya tentu segera bertindak adalah pilih tepat untuk kemungkinan menyelamatkan orang lain yang masih bisa tertolong. Jika ketiga hal tersebut sudah dikuasai siswa sejak dini tentu kesigapan saat mereka besar kelak akan tumbuh dan tentu harapan banyaknya korban jiwa akan terminimalisir saat terjadi bencana. Sekarang bukan lagi sekedar hanya menggalang dana tapi juga aksi nyata untuk selalu siaga dalam menghadapi bencana. Semoga!







Saturday, October 13, 2018

7 Hal yang Dibutuhkan Bagi Peneliti Belia


Berani Berkreasi, Berani Berinovasi” itu lah tema yang diambil dalam Fun Seminar Riset Itu mennyenangkan yang dibawakan oleh dua pembimbing riset di SMA Kebon Dalem  Sabtu 13 Oktober kemarin. Sekolah yang memiliki branding Sekolah Riset ini telah sukses diberbagai ajang perlombaan karya tulis ilmiah remaja baik di tingkat kota hingga internasional. Hal tersebut tidak lepas dari duet maut pengajar Biologi dan Fisika disekolah itu. Lewat keuletan dan kreatifitas mereka mampu membangkitkan semangat anak untuk mencintai dunia penelitian, terlebih laoran riset telah dijadikan syarat kelulusan bagi siswa disana. Dalam kesempatan ini beliau berdua mengundan sekolah mitra untuk sekedar berbagi pengalaman, suka duka hingga kiat sukses dalam menggeluti dunia riset dikalangan remaja.

       Kemampuaan meneliti layaknya dimiliki oleh setiap remaja, mengingat maju dan tidaknya suatu Negara tidak lepas dari suksesnya dunia penelitian yang ada di Negara tersebut. Kemampuan 5M yang wajib terintegrasi dalam setiap pembelajaran haruslah melekat pada diri anak. Karena dengan kemampuan tersebut anak akan dapat menemukan, mengolah, menganalisis hingga memecahkan masalah yang ada disekitar, baik masalah lingkungan maupun masalah sosial. Untuk mendukung hal tersebut tentu sekolah perlu menggandeng universitas ataupun universitas yang turun lapangan untuk menularkan ilmu-ilmu baru yang ada. Sehingga kedepan riset sudahlah menjadi bagian dari hidup setiap warga, nah dengan begitu berita-berita hoax tak lagi bisa mengena masyarakat kita.

         Dalam sesi materi, Vera Natalia selaku guru pembimbing tim riset biologi menyodorkan selembar daun kering kepeserta,
“Kira-kira kalau kita dikasih selembar daun kering mau tidak?
“Mau”, jawa peserta.
“Tapi kalau saya suruh bayar Rp. 10.000 apakah masih mau?” imbuhnya.
“Peserta pikir-pikir”,

         Dalam dunia riset hal yang layaknya menjdai sampah bukan tidak mungkin menjadi barang yang nilainya menjadi berlipat ganda. Tentu dengan inovasi dan kreativitas untuk mengkreasi barang tersebut menjadi sesuatu yang bermanfaat. Menarik bukan? Untuk itu bagi kalian para peneliti belia, calon peneliti massa depan dunia perlu mencermati 7 kunci yang dibutuhkan bagi peneliti belia ala Ibu Vera Natalia, S.Si dari SMA Kebondalem.
Berikut 7 Hal yang Dibutuhkan Bagi Peneliti Belia:

1.   Waktu
Pengorbanan waktu tentu dibutuhkan untuk melakukan penelitian, ketinggalan pelajaran dari teman yang lain tentu itu wajar karena disaat yang lain pelajaran kalian melakukan penelitian. Lembur untuk membuat laporan penelitiaan pun sudah layaknya kalian lakukan untuk menang.

2.   Love
Lakukan semua proses dengan cinta, karena dengan cinta hal seberat apapun, sesulit apapun akan terasa lebih ringan, gampang dan menyenangkan. Hehe layaknya saat kalian jatuh cinta, apapun akan kalian lakukan untuk sang pujaan.

3.   Spirit
Semangat untuk terus berjuang melakukan yang terbaik untuk kemenangan tentu wajib hukumnya bagi kalian hingga penelitian kalian berhasil.

4.   Kreatif
Sentuhan kreatifitas sangatlah dibutuhkan untuk mengubah hal-hal yang tidak beermanfaat menjadi bermanfaat. Terlebih hingga bisa menghasilkan uang, kreativitas sangat dibutuhkan disitu.

5.   Power
Selain semagat, power atau tenaga ekstra dalam melakukan penelitiaan juga perlu menginggat terkadan dalam penelitiaan tertentu membutuhkan waktu ekstra sehingga tenaga ekstrapun wajib dalam menjalaninya.

6.   Passion
Apahalnya jika passion tidak ada pada diri kalian? Bosan tentu akan melanda dan ujung-ujungnya kemauan untuk mencobapun tidak akan muncul. Untuk itu lakukan dengan enjoy dalam melakukan penelitiaan selayaknya kalian melakukan hobby kalian. Hehe tentu jangan sampai beralasan ini bukan passion saya maka saya tidak akan melakukan penelitian ya!

7.    Fokus
Terakhir tentu kalian wajib fokus dalam melakukan penelitian, karena ini butuh keseriusan kalau kalian ingin menang. Saat kalian fokus tentu akan menghasilkan produk penelitian yang luar biasa bahkan dengan hanya mengganti beberapa variable satu penelitian yang kamu temukan akan bisa digunakan untuk berbagai judul penelitian. Hehe “Terus Fokus, satu titik, hanya itu, titik itu, tetap fokus kita kejar dan raih bintan ….” Itusih kata Via Vallen.

So semangat meneliti untuk berprestasi ya kaka'!

Friday, October 12, 2018

Kisi-Kisi dan latihan soal TO1 IPA 18/19

Wah Semangat! anak-anakKu, bentar lagi gak terasa dah mau Try Out 1 mandiri ni!
Tentu sudah siap bukan?
Tentu!
Mantap nih, sampai-sampai saking semangatnya pinjem buku adik kelas, weee buku kalian kemana kakak?

Gambar terkaitNah untuk mendampingi kalian belajar berikut Sir_m03L sampaikan kisi-kisi beserta latihan soalnya nih.
silahkan klik link berikut untuk mendownload:

dalam materi ini Sir_m03L sampaikan materi SKL dan Idikator UN 2018 beserta latihan soalnya. kerjakan dengan semangat dari setiap soal agar kalian lebih memahami masalah dari indikator yang disampaikan!

Semangat belajar yak!
Fokus, yakin bisa n selalu pegang prinsif KEJUJURAN yak agar lebih berkah ilmu yang kalian dapat! Serta endingnya sekolah harapan dapat kalian raih. Aamiin!

Tuesday, October 9, 2018

Mulai dari Nol

Bertemu teman baru, komunitas baru yang didampingi langsung oleh para maestro yang telah mendunia dengan karya kartoonnya tentu merupakan kesempatan langka. Kesempatan itu pun saya ambil dari Gold Pencil Indonesia untuk dapat menambah ilmu baru, ilmu yang bisa dikata lintas jalur dan tidak ada hubungannya dengan pekerjaan maupun keahlianku sebelumnya. Namun semangat berkarya dan berprestasi banyak saya dapatkan disini. Dua hari belajar menggambar yang tanpa dasar kemampuan sebelumnya, mulai dari nol. Akankah saya bisa menghasilkan karya bagus dibidang kartoon kedepannya?
"Bisa!" Jawab Coach Jitet yang telah menjelajah dunia dengan kartoonya.
Apa kuncinya?
Pertama, "Yakin", asal kalian yakin bisa tentu pasti bisa. Tidaklah mungkin kalian akan menghasilkan karya bagus jikalau kalian tidak yakin akan kemampuan kalian.

Kedua, "Terus berkarya", keyakinan sajapun tidak akan cukup jikalau kalian ogah-ogahan dalam berkarya. Mengingat menggambar mengandalkan skill, tentu itu perlu kita latih terus menerus sampai menjadi expert. Ingat teori 10.000 jam bukan? Hal tersebut dapat anda mulai dengan memaksa diri untuk mengambil pilihan dan mulai membuat jadwal untuk diri sendiri untuk terus mengeksplor kemampuan kalian.

Ketiga, "Ikuti isu Nasional maupun Internasional", cari berita dari media tarik isu isu tersebut ke komik.
Tuangkan ide mateng dari situ, cari icon yang mendalam tuangkan kedalam sebuah karya untuk menyampaikan pesan yang mendalam. Karena dalam dunia kartoon ide itu sentral.

Keempat, Kendalikan mood, karena kita tahu semangat selalu saja turun-naik,  jangan mepet persiapkan matang lakukan dikit demi sedikit dalam membuat karya hingga yakin karya kalian menjadi luarbiasa.

Adapun menurut master Jitet untuk menggali ide dalam pembuatan kartoon beliau sampaikan sebagai berikut:
1. Analogi
2. Membenturkan antara yang kuat dengan yang lemah
3. Membandingkan
4. Otak atik gatuk
5. Parodi
6. Memutarbalikan Logika
7. Plesetan

"Ide datang sekilas lalu melintas, dan itu harus langsung kalian tangkap." (Jitet Koestana)