Wednesday, January 9, 2019

Lomba Menggambar Internasional: 13th Toyota Dream Car Art Contest 2019


Lomba Menggambar- Kali ke 13 Toyota menggelar lagi lomba menggambar tingkat Internasional 2019. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan wadah bagi generasi muda dalam mengembangkan bakat dan kreativitasnya di bidang seni sekaligus penghargaan akan ide kendaraan masa depan. Untuk itu diangkat tema “Mobil Masa Depan ImpianMu”. Tuangkan kreativitas kalian dalam bentuk gambar pada kertas A3 dan kirimkan ke panitia paling lambat tanggal 31 Januari 2019.
Ketentuan lomba:
1. Gambar mobil impianmu sesuai tema pada kertas A3
2. Gambar boleh portrait / landscape
3. Gambar berwarna dan kertas terisi penuh
4. Metode pewarnaan manual dan tidak diperkenankan memakai aplikasi digital
5. Karya individu dengan kategori usia
a. Dibawah 8 th
b. Usia 8-11 th
c. Usia 12-15 th terhitung 31 Januari 2019
6. Download dan isi formulir dari: toyota.astra.co.id/tdcac/

The National Contest
·     Akan dipilih juara 1-3 masing-masing kategori (total 9 pemenang)
·     Hadiah:
Juara 1: Rp. 10 jt/kategori
Juara 2: Rp. 7 jt/kategori
Juara 3: Rp. 5 jt/kategori

·     Pemenang akan mendapatkan kesempatan mewakili Indonesia ke Jepang dalam ajang Toyota Dream Car Art Contest 2019

·     Panitia akan melakukan Verifikasi terhadap karya peserta.

Kirim Gambar dan Formulir ke:
PANITIA TDTAC
PT Toyota-Astra Motor, Head Office Lantai 5
Jl. Laksamana Yos Sudarso, Sunter II. Jakarta Utara 14330
(Paling Lambat 31 Januari 2019 Cap Pos)

Cp: 081296358862 (Advisor TDCAC)
Info Lebih Lanjut :



Tuesday, January 8, 2019

Materi Esensial Sistem Organisasi Kehidupan Makhluk Hidup


Materi Esensial Sistem Organisasi Kehidupan Makhluk Hidup
(Task: Temukan 7 Perbedaan antara sel hewan dan Sel Tumbuhan!)

Hasil kerja projek anak (doc.penulis)
Sel - Kalau kita cermati dalam tubuh kita terdiri dari berbagai sistem yang bekerja untuk menjalankan kehidupan ini. Wajib kita syukuri atas anugerah Allah SWT tersebut, sebagai salah satu bentuk rasa syukur tentu dengan menjaganya dan memanfaatkanya untuk kebaikan. Hehe salah satunya untuk belajar dengan giat, untuk itu mari kita pelajaran bersama materi esensial Sistem Organisasi Kehidupan berikut:
1.    Berikut herarki dalam Sistem Organisasi Kehidupan Makhluk Hidup
(atom/molekul)  Sel ---- Jaringan ---- Organ ---- Sistem Organ ---- Organisme (Makhluk Hidup)
Secara garis besar pengertian dari masing-masing penyusun tersebut sebagai berikut:
ü Atom merupakan bagian terkecil dari suatu zat, dalam hal ini atom dan molekul berperan sebagai penyusun sel yang sebagian besar terdiri dari zat cair (Sitoplasma).
ü Sel merupakan bagian terkecil dari suatu makhuk hidup
ü Sel yang mempunyai bentuk dan fungsi yang sama akan membentuk Jaringan
ü Organ tersusun dari beberapa jaringan yang mempunyai fungsi sama.
ü Beberapa organ yang memiliki fungsi sama akan membentuk Sistem Organ
ü Gabungan dari seluruh sistem organ inilah yang akan membentuk Organisme

2.    Bagian-bagian Sel:
1.    Membran Sel , untuk melindungi sel (pada sel tumbuhan ditambah dengan adanya dinding sel)
2.    Sitoplasma, cairan dalam sel
3.    Inti Sel (Nukleus), Sebagai pengatur seluruh kegiatan sel
4.    Retikulum Endoplasma (RE), untuk mendukung sintesis protein dan menyalurkan bahan genetic antara inti sel dengan sitoplasma dan berfungsi sebagai alat transportasi zat-zat di dalam sel itu sendiri.
5.    Ribosum, untuk sintesis protein / tempat terjadinya sintesis protein
6.    Kompleks Golgi / Badan Golgi , Membentuk kantung (vesikula) untuk sekresi. Terjadi terutama pada sel-sel kelenjar kantung kecil tersebut, berisi enzim dan bahan-bahan lain.
7.    Mitokondria, Berperan sebagai penghasil energy dari hasil respirasi (tempat terjadinya respirasi/pernapasan dalam sel)
8.    Plastida, zat warna, hanya terdapat di sel tumbuhan yang membentuk kloroplas yang akan menghasilkan klorofil untuk fotosintesis.
9.    Lisosom, untuk mengontrol pencernaan intraseluler pada berbagai kondisi, Fungsi utama dari lisosom adalah endositosis, fagositosis, serta autofagi.
10.  Vakuola, rongga udara, ditemukan pada semua sel tumbuhan namun tidak dijumpai pada sel hewan dan bakteri, kecuali pada hewan uniseluler tingkat rendah. ...Vakuola berfungsi sebagai: Tempat penyimpanan zat cadangan makanan seperti amilum dan glukosa; Tempat menyimpan pigmen (daun, bunga dan buah).

Berikut gambar perbandingan antara Sel Hewan dan Sel Tumbuhan:

Referensi Pihak Ketiga

Task:
1. Temukan 7 Perbedaan antara sel hewan dan Sel Tumbuhan!
2. Tugas Projek Membuat Model Sel. 

Semangat belajar yak! 

Karena Salah satu kunci sukses adalah Belajar.

Monday, January 7, 2019

Donwload Pedoman OGN 2019


Cover Pedoman OGN Dikdas 2019
Sumber: www.kesharlindungdikmen.id 

OGN - Hehe tentunya ini kabar bahagia bagi bapak/ibu guru yang maniak lomba, di awal tahun 2019 ini kabar gembira datang dari cabang OGN yang buku pedomanya telah diunggah oleh Kemdikbut lewat laman www.kesharlindungdikmen.id. Namun sebelum mendonload buku Pedoman OGN 2019 , kiranya perlu dicermati apa saja persyaratan peserta yang harus dipenuhi.

Persyaratan Peserta:

1.  Persyaratan Administrasi
a.     Mendaftar secara online pada laman www.kesharlindungdikmen.id  
b.    Guru SMA/SMK/SLB Pegawai Negeri Sipil (PNS) atau bukan PNS
(dibuktikan dengan Surat Keputusan sebagai Guru Tetap Yayasan (GTY) ). 
c.     Memiliki NUPTK dan atau yang belum memiliki NUPTK tercatat di Data Pokok Pendidikan (DAPODIK Kemdikbud) yang dibuktikan dengan tangkapan layar (screenshot) Dapodik dan dilegalisir oleh Dinas Pendidikan Provinsi.
d.    Memiliki masa kerja sebagai guru SMA/SMK/SLB secara terus-menerus, sekurang-kurangnya 4 (empat) tahun dibuktikan dengan SK CPNS atau SK Pengangkatan bagi guru bukan PNS. 
e.     Memiliki kualifikasi akademik minimal S1 atau D4. 
f.      Surat pernyataan sebagai guru yang ditandatangani oleh Kepala Sekolah.
g.    Tidak sedang mendapat tugas tambahan sebagai Kepala Sekolah atau sedang dalam proses pengangkatan sebagai Kepala Sekolah atau sedang dalam transisi alih tugas ke unit kerja di luar satuan pendidikan.
h.    Belum pernah menjadi finalis pada semua kegiatan lomba tingkat nasional yang diselenggarakan oleh Subdit Kesharlindung Direktorat Pembinaan Guru Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus dalam 2 (dua) tahun terakhir (2017-2018).
i.      Bidang lomba yang diikuti sesuai dengan tugas yang diampu.
j.      Mengirimkan artikel/gagasan ilmiah.
Semua     persyaratan administrasi diunggah     pada   laman www.kesharlindungdikmen.id

2.  Persyaratan Akademik
Guru yang unggul dilihat dari kompetensi pedagogik dan profesional:
1)     Kompetensi pedagogik, yaitu pemahaman terhadap peserta didik, perancangan dan pelaksanaan pembelajaran, evaluasi hasil belajar, dan pengembangan peserta didik untuk mengaktualisasikan kompetensi diri;
2)     Kompetensi profesional, yaitu tingkat penguasaan materi pembelajaran secara luas dan mendalam, yang mencakup penguasaan materi kurikulum mata pelajaran di sekolah dan substansi keilmuan yang menaungi materinya, serta penguasaan terhadap struktur dan metode keilmuannya.

Sumber: www.kesharlindungdikmen.id , Buku Pedoman OGN 2019 dikmen dan pendidikan Khusus. Kemdikbud, 2019.


Wednesday, January 2, 2019

Lomba Kartun: PAPB International Cartoon Festival 2019, Indonesia

Kartun- Bagi kalian ni teman-teman yang maniak kartun, hehe jangan sampai hanya jadi penikmat saja yak, kalian juga harus bisa jadi creator. Simak ni lomba kartun tingkat Internasional yang diselenggarakan oleh SMP IT PAPB Semarang.

Dalam rangka memperingati ulang tahun ke-15, SMP itu (SMP) papb semarang bekerja sama dengan pensil emas indonesia, akan memegang "Papb Festival Kartun Internasional 2019" pada tanggal 10-16 Februari 2019. Festival akan melibatkan semua siswa dan kartunis profesional di seluruh dunia.

Papb International Cartoon Festival 2019 akan akan dikemas dalam pameran dan lokakarya kartun untuk siswa.

Tema: "BHINNEKA TUNGGAL IKA"

Kategori:
Festival ini dibagi menjadi dua kategori. Harap sertakan kategori ketika mengirim bekerja.

1. Kategori Profesional
2. Kategori Siswa: buka untuk kartunis yang berusia 16 dan lebih muda (di bawah 16).

Tenggat waktu: 1 Februari 2019

Kriteria karya:

1. Festival kartun ini dapat diikuti oleh semua kartunis dari seluruh dunia.
2. Kartun harus berwarna, hitam dan putih tidak diperbolehkan.
3. Harap kirim karya kartun anda ke: goldpencil.Id@gmail.com  
4. Ukuran File / format: ukuran minimal: 1 MB; maksimal size:15 mb; format file: jpg; Resolusi: 300 dpi; mode warna: Rgb. Dengan kata lain, pekerjaan harus aman dan baik untuk dicetak di kertas a3.
5. Masing-masing kartunis berhak untuk mengirimkan maksimal 5 (lima) kartun.
6. Kartun adalah ide asli kartunis.
7. Hak Cipta karya kontes tetap di masing-masing kartunis.
8. Panitia berhak menggunakan pekerjaan yang diterima untuk tujuan publikasi, branding dan lain-lain yang masih relevan dengan festival.

AWARDS:
Kategori Profesional:
1. ST PRIZE: Piala, Sertifikat & 10.000.000 Rp
Hadiah ke-2.: Piala, Sertifikat & 7.000.000
Hadiah ke-3.: Piala, Sertifikat & 5.000.000 Rp

Kategori Siswa:
1. ST PRIZE: Piala, Sertifikat & 5.000.000 Rp
Hadiah ke-2.: Piala, Sertifikat & 3.000.000 Rp
Hadiah ke-3.: Piala, Sertifikat & 2.000.000 Rp
4. Penyebutan terhormat (5): Trofi & Sertifikat & 1.000.000 Rp

Juri:
1. Jitet Koestana (Kartunis, pensil emas)
2. Suratno (Visual arts teacher at SMP Negeri 17 Semarang)
3. Koesnan Hoesie (Kartunis)
4. Kholid Zamzami (Teacher of SMP IT PAPB Semarang)
5. Abdul Arif (Kartunis, pensil emas)

loading...

Friday, December 28, 2018

Mengenal Risk Assessment Process dalam Pembelajaran STEM


Image: www.anadolukulis.com
Resiko - Tentu kita pernah melihat atau bahkan sampai mengamati dan geleng-geleng kepala saat melihat tukang bangunan, tukang listrik, tukang tebang pohon kita yang sedang beraksi diketinggian. Seakan orang kita benar-benar hebatnya sampai-sampai bisa dikata tidak memperhatikan keselamatan sama sekali. Namu beda halnya saat melihat pekerja diluar negeri yang begitu tertibnya mematuhi setandart operasional pengamanan dan keselamatan kerja. Tentu hal tersebut terdidik sejak kecil pada diri mereka, tentang berbagai kemungkinan dan resiko yang mungkin terjadi jika standart keselamatan dilanggar. Tentunya hal tersebut juga harus kita latih dan didikan kepada anak didik kita. Lewat apa? Ya tentu salah satunya lewat Risk Assessment Process (Proses Penilaian Resiko).

Teringat jelas saat mengikuti Lesson Study di salalah satu pembelajaran praktikum Science di St. Monica’s Collage Epping Australia, perlengkapan keselamatan praktikum bagi anak begitu luar biasa. Padahal kalau dilihat praktikumnya terbilang sederhana, hanya membuat larutan ekstrak biji kacang polong. Akan tetapi dari jas praktek, sarung tangan hingga kacamata lab. Lengkap terpakai oleh setiap anak. Mungkinkah kita bisa meniru itu? Tentu bisa. Nah untuk itu berikut beberapa langkah yang bisa kita lakukan untuk melakukan Risk Assessment Process dalam pembelajaran khususnya STEM hasil Online Course dengan salah satu lembaga di Amerika.

Dalam prakteknya langkah langkah berikut ini dapat kita diskusikan dengan teman sejawat kita bahkan langsung dengan anak didik kita agar dalam diri mereka mulai terbangun rasa akan peduli adanya resiko yang mungkin terjadi, sehingga diri merekapun bisa antisipasi hingga menanggulanginya.

1. IDENTIFY (mengidentifikasi) - apa potensi risiko / bahaya yang mungkin terjadi dari kegiatan yang akan dilakukan?
2. ANALYSIS - siapa yang mungkin dirugikan? Bagaimana mereka bisa dirugikan? Akibat 
3. EVALUATION - seberapa besar risikonya?
4. RECORD - menangkap temuan signifikan dalam dokumen untuk akses pada point kegiatan.
5. MITIGATION - langkah apa yang kita butuhkan untuk mengurangi risiko?
6. RESPONSIBILITY (tanggung jawab) - siapa yang harus bertanggung jawab untuk melakukan mitigasi risiko?
7. RIVIEW - dapatkah Anda beradaptasi untuk meminimalkan risiko?

INGAT: di sekolah, guru memiliki tanggung jawab keseluruhan untuk penilaian risiko, jadi pastikan Anda mendiskusikan risiko apa pun sepenuhnya dengan mereka. Lakukan langkah tersebut dengan diskusi, atau minimal penyampaian peraturan kegiatan yang berkaitan dengan resiko yang mungkin terjadi. Libatkan mereka jangan sampai kalu sudah kejadian guru yang jadi kambing hitam atas peristiwa yang terjadi.

4 Kunci Juarai Lomba Best Practice




Penulis Saat Menerima Piala Lomba Best Practice Jateng 2018
Best Practice - Pertanyaan “Terus nek wes Juara meh opo?” (terus kalau sudah juara  mau apa?) Share ilmu minimal tentang apa yang telah kita lakukan hingga mengantarkan kesuksesan kita. Kali ini penulis akan sedikit berbagi tentang bagaimana sih kunci juarai lomba Best Practice (pengalaman penulis sebagai juara lomba Best Practice tingkat Jawa Tengah 2018). Memang lomba ini bisa dikatakan bergengsi, karena yang bisa mengikutinya hanya mereka yang telah melakukan sesuatu secara berulang dan menghasilkan sesuatu yang bisa dikatakan praktek baik (Best Practice) yang bisa ditularkan keorang lain. Ga usa panjang lebar lagi berikut 4 kunci dalam menjuarai lomba Best Practice yang telah penulis lakukan.
mau apa?), tersasa begitu menusuk perasaan dan menjadi beban tersendiri apabila setelah juara tidak melakukan apapun. Tiba saatnya memang harus


1.    Cari praktek baik apa yang telah anda lakukan, kaitkan dengan isu pendidikan ter update
Sebisa mungkin praktek baik yang dilakukan telah dilakukan lebih dari 2 semester, karena makin lama praktek baik ini dilakukan akan makin besar pula pointnya. Mengingat kebaikan yang berulang tentu telah mengalami beberapa penyempurnaan. Temukan apa saja yang telah anda lakukan dalam pembelajaran, membina ekstra atau pun menggerakkan program dan kultur sekolah sehingga terjadi perubahan yang berati

2.    Sampaikan hasil dan dampak dari praktek baik yang telah anda lakukan
Makin besar hasil dan dampak yang timbul akibat praktik baik kita tentu akan makin besar pula point penilaiannya. Perubahan sikap, perubahan kinerja, perubahan prestasi menjadi yang lebih baik biasanya masih menjadi tolok ukur dari hasil dan dampak dari praktik baik yang telah kita lakukan. Baik hasil dan dampak untuk diri kita, anak didik kita maupun sekolah ataupun lembaga kita itu yang akan dinilai.

3.    Tunjukan rencana pengembangan kedepan dari praktek baik yang telah anda lakukan
Agar dapat ditiru dan dilakukan ditempat ataupun orang lain buat rencana pengembangan kedepan ataupun rekomendasi dari apa yang telah kita lakukan. Makin banyak pengembangan tentu praktik baik kita juga akan makin best, mengingat yang kita berikan belum tentu cocok dilakukan ditempat lain dan bisa jadi dari rekomendasi yang kita berikanlah yang bisa diterapkan dan diduplikasi. Dan itu juga sebagai catatan dampak seperti yang telah diulas di point 2.

4.    Diskripsikan dalam bentuk laporan
Dalam Best Practice tugas kita tidak lagi membuat penelitian ulang. Itu yang menjadi point utama, akan tetapi hanya memaparkan dalam bentuk diskripsi tentang apa yang telah kita lakukan. Tentu dalam paparan butuh bukti yang kuat untuk meyakinkan juri. Hal ini biasa dalam bentuk foto, video maupun testimony dari pihak pihak yang telah mengalami dampak dari praktik baik kita. Sekali lagi jangan buat ulang alat ataupun penelitian karena tugas anda sekarang hanya mendiskripsikan apa yang telah anda lakukan!

Untuk itu berikut penulis sampaikan Kerangka Isi Laporan Best Practice Berdasarkan Lampiran 5b. Buku 4 Pembinaan dan Pengembangan Profesi Guru,
1)   Bagian Awal
Terdiri dari halaman judul; lembaran persetujuan; kata pengantar; daftar isi, daftar label, daftar gambar, dan Lampiran; serta abstraksi atau ringkasan.
2)   Bagian Isi
Umumnya terdiri dari beberapa bab, yakni:
a) Bab Pendahuluan yang menjelaskan tentang Latar Belakang Masalah, Perumusan Masalah, Tujuan, dan Manfaat. b) Bab Kajian/Tinjauan Pustaka.
c) Bab Pembahasan Masalah yang didukung data berasal dari satuan pendidikannya.
Cara pemecahan masalah yang menguraikan langkah-langkah atau cara-cara dalam memecahkan masalah, termasuk hambatan hambatan yang harus diatasi yang dituangkan secara rinci. (Hal yang sangat perlu disajikan, pada bab ini, adalah keaslian, kejelasan ide/gagasan, dan kecemerlangan ide terkait dengan upaya pemecahan masalah di sekolah/ madrasahnya. Uraian ini merupakan inti tulisan Best Practice.
3)   Bab Kesimpulan dan Rekomendasi
4)    Bagian Penunjang:
Memuat daftar pustaka dan Lampiran data yang digunakan dalam melakukan tinjauan atau gagasan ilmiah.

Thursday, December 20, 2018

5 Tips dalam Menulis, No 5 Sering Terlewat

Sumber: hipwee

Keahlian- Menulis sebenarnya bukanlah sebuah bakat, tapi hal tersebut tumbuh seiring dengan kebiasaan yang dibangun dengan konsisten. Memang alasan sebagian orang untuk tidak mau menulis karena tidak memiliki bakat, padahal itu salah. Berikut sedikit saya sampaikan ni sedikit tips dalam menulis, jangan ada yang terlewat ya sobat UC-errs. Terkusus bagi kalian yang belum memiliki kebiasaan seperti berikut:
1.   Perkaya tulisan dengan membaca
Kegiatan yang satu ini terkadang jarang dilakukan karena alasan malas, padahal dengan banyak membaca akan memperkaya referensi dan kosa kata dalam pikiran kita. Dan itulah apa-apa yang akan keluar saat kita menuliskan sesuatu. Karena bahan bacaan kita sangat berpengaruh terhadap hasil tulisan kita. So jangan malas membaca ya sobat UC-errs, termasuk membaca tulisan di artikel UC ya.
2.   Jangan menunda waktu menulis
Sebagian orang menulis harus nunggu mood atau nunggu ada moodboster dan itu salah. Jangan pernah menunda waktu menulis karena ide datang setiap saat dan datangnya mungkin hanya sesaat. So segera tuliskan begitu ide itu datang, ingat keburu kelewat. Untuk itu selalu siapkan alat tulis dan kertas dimana saja kalian berada ya sobat, atau minimal note di HP harus selalu on untuk siap menuliskan ide-ide liar yang sering datang.
3.   Baca ulang tulisan yang sudah kamu buat
Membaca ulang tulisan yang bisa dikata sudah jadi tentu perlu, karena kita tidak sempurna. Hal ini bertujuan untuk meminimalisir kesalahan Bahasa dalam menulis ataupun typo atau salah ketik tulisan. Gak ingin kan tulisan kita tidak termuat gara-gara hal sepele tersebut?
4.   Minta pendapat orang lain tentang tulisanmu
Selain membaca ulang tulisan yang sudah kita buat, minta pendapat orang lain tentang tulisan kita juga tak kalah penting lho sobat! Paling tidak masukan ini-itu akan dilontarkan, untuk itu kita perlu mencari partner dalam menulis. Yaitu orang yang sejalan dengan kita dan selalu setia mengkritik untuk kemajuan kita dalam menulis
5.   Kirim tulisanmu ke penerbit
Nah setelah nomer 1-4 telah dilakukan, terakhir ini yang jarang dilakukan oleh penulis pemula. Mengirim ke penerbit kadang tidak dilakukan karena kurang pede akan hasil tulisan yang telah berbulan bulan dibuat. Hehe takut ditolak alasanya, ataupun takut mbayar karena sekarang banyak penerbit indy yang mengharuskan penulis membayar biaya cetak atau membeli buku karyanya sendiri. Nah lebih enak jadi penulis UC tho bisa menerbitkan tulisan sendiri setiap hari. Semangat berkarya ya sobat!

Sumber: https://www.instagram.com/p/BkzdZGkB5Dm/
Telah diterbitkan di UC News 21 Desember 2018

Tuesday, December 18, 2018

Free Download Buku Writingthon 1-4

Video kegiatan Writingthon #1 karya Bitread

Penyerahan Sertificat Pemenang Writhingthon #1
oleh Humas Puspiptek (doc.pribadi)

Writingthon- Menjadi yang pertama memang memiliki kesan yang lebih mendalam, hehe begitu pula untuk cinta pertama pasti pembaca pernah merasakannya. Upppzz namun di sini penulis tidak akan membahas urusan cinta, tapi masalah Writingthon. Apasih Writingthon itu? Sudah kali keempat lho! Bagi kalian yang belum pernah ikut ataupun pernah mendaftar tapi gagal berikut akan sedikit penulis kupas tentang apa itu Writingthon dan akan penulis sampaikan cara download buku hasil karya Writingthon 1-4.

      Seperti halnya Hackethon untuk komunitas Hecker, Writingthon ini diperuntukan khusus bagi para penulis dari berbagai genre yang ditantang untuk menyelesaikan tulisan secara marathon (writing marathon) sehingga disingkat dengan Writingthon. Writingthon sendiri sampai saat ini sudah diselenggarakan sebanyak 4 kali. Penyelenggaraanya pun selalu memiliki tema yang berbeda. Inovasi Anak Negeri, Citarum Harum, Dukung Asian Games dari Daerahmu dan Inovasi for All adalah tema yang telah diusung dari Writingthon 1-4. Pencetus ide utama kegiatan ini adalah salah satu penerbit indy dari kota sate Bandung. Yup Bitread, tentu dalam penyelenggaraannya bekerjasama dengan instansi resmi. Untuk Writingthon 1, 2 dan 4 bekerjasama dengan Puspiptek di bawah naungan Kemristekdikti dan yang ke-3 dengan Keminfo, keren bukan?

Lantas siapa saja sih yang bisa ikut Writingthon?

Siapa saja yang punya kemampuan penulis berkesempatan untuk bisa ikut kegiatan ini. Baik sebagai penulis buku, blogger, guru, Professor hingga emak-emakpun bisa ikut kegiatan ini asalkan bisa nulis. Upss tapi bukan untuk yang hanya bisa nulis setatus lho ya! Apapun ganremu asalkan bisa kerjasama dalam tim karena nantinya tulisan kita akan dijadikan dalam sebuah buku, dan tentu mau diarahkan untuk akhirnya memiliki gaya tulisan yang sama tentu pasti bisa. Gak serukan kalau baca buku dari awal hingga akhir memeiliki gaya tulisan yang berbeda-beda. Gaya tulisan apa itu? Yupzz gaya penulisan popular, mengingat salah satu tujuan Writingthon ini adalah misi pengenalan dan ajakan so gaya tulisannya pun harus dibuat popular agar lebih mudah dimengerti oleh semua sekmen pembaca. Cuman itu tok sebenarnya syarat utamanya. Mudah bukan? So siapkan dirimu untuk bisa mengikuti Writingthon berikutnya.

Berikut buku hasil karya Writington 1-4 yang bisa didwonload secara gratis, kurang baik apa coba?

Daftar Buku karya Writinthon 1-4
Sumber: Bitread

Cukup instal aplikasi novelme dari playstore search judul bukunya download e-booknya baca gratis dah.





Monday, December 17, 2018

Inquiri Vs STEM


Pembelajaran- Dalam artikel sebelumnya telah banyak kita bahas tentang pembelajaran STEM. Dalam artikel berikut ini akan kita sampaikan model pembelajaran STEM (Sains, Teknology, Engginering and Math) serta perbedaan antara pembelajaran Inquiri dengan STEM. 



Berikut kami sampaikan dahulu inti dari pembelajaran Inquiri dan STEM:
1.           Pembelajaran Inquiri
a.     Student Centered atau siswa sebagai pusat pembelajaran
b.     Disajikan sebuah masalah atau siswa yang memunculkan masalah serta merekalah yang harus bisa menyelesaikan masalah.
c.      Memungkinkan beberapa solusi / pendapat creative dari siswa yang harus diterima
d.     Menerapkan dan mengintegrasikan dari isi kurikulum yang sedang berlaku
e.     Siswa terlibat dalam kerjasama tim
f.           Mengomunikasikan hasil kerja dalam bentuk presentasi

2.           Pembelajaran STEM
a.       Student Centered atau siswa sebagai pusat pembelajaran
b.       Disajikan sebuah masalah atau siswa yang memunculkan masalah dari rekayasa teknik yang menantang serta merekalah yang harus bisa menyelesaikan masalah.
c.        Memungkinkan beberapa solusi / pendapat creative dari siswa yang harus diterima
d.       Menerapkan dan mengintegrasikan dari isi kurikulum yang sedang berlaku serta terintegrasi dengan aplikasi sains dan perhitungan matematiknya
e.       Kejelasan peran teknologi untuk siswa
f.              Siswa terlibat dalam kerjasama tim
g.       Mengetes hasil kerja, mengevaluasi dan mendesain ulang untuk mendapatkan hasil optimal
h.       Mengomunikasikan hasil kerja dalam bentuk presentasi

(Modul Sains Works, Melbourne Science Work Australia 2016)

Dapat terlihat dengan jelas bahwa proses pembelajaran dengan metode STEM proses Inquiri masuk didalamnya. Sedangkan dalam metode STEM sangat di tonjolkan aplikasi sains dalam teknologi serta perhitungan nalar matematik yang berperan dalam proyek kerja siswa diterapkan didalamnya. Dengan penggunaan metode STEM ini diharapkan kreativitas siswa akan muncul dan mempunyai pemikiran yang jauh kedepan, 20, 30 , 50 bahkan 100 tahun yang akan datang merekalah yang akan mewujudkan atau bahkan generasi berikutnya yang berkesempatan untuk mewujudkannya. Untuk itu pertanyaan pertanyaan pancingan untuk menimbulkan permasalahan dalam proyek siswa perlu guru berikan sebagai bahan pancingan untuk memunculkan kreativitas siswa yang mungkin tidak terduga oleh pikiran kita bisa jadi muncul dari ide siswa.

Juara Itu 1


Sumber: Buku 200 Quotes Pembingkai Mimpi karya Mulyono
“Juara yo 1” 
(juara itu ya juara 1 yang lain bukan juara), ujar pak Rossy pembimbing tim roket air SMP 4 Pekalongan saat memberi motivasi kepada anak asuhnya dikejurda Roket Air Jateng 2015 di Semarang, saat itu kami hanya bisa gembira dijuara 2. Juara itu 1, kata-kata itulah yang terus terniang dikepalaku untuk bisa saya tuangkan dan wujudkan bersama tim saya.
            “Ya Allah Aku Ikhlas Juara 1’ setatus itulah yang saya tuliskan di BBM sebelum lomba. Waktu yang kami tunggupun tiba, kami bertemu lagi dievent lain yang diselenggarakan oleh Kemristekdikti untuk tingkat Jateng, kali ini kami yang bisa menterjemahkan kata-kata itu, “Juara itu 1”. Piala Juara 1 dan penghargaan piala dari Gubernurpun berhasil kami bawa pulang, dan pak Rossy dan tim hanya bisa gembira dijuara 3. Tak mau hanya sebagai penggembira tantanganpun dating lagi dievent Nasional yang juga diselenggarakan Kemristekdikti di Jogjakarta.

            “Ya Allah Aku Ikhlas Juara 1 lagi”, setatus yang sama saya tulis lagi di BBM sebelum lomba di yogjakarta. Semangat “Juara itu 1”, selalu ada didada ini, tak tanggung-tanggug kali ini kepala Sekolah kami pun rela berpanas-panasan seharian mendampingi tim kami berjuang di Yogjakarta. Pak Rossy pun sadah dating duluan disana, salam sapapun kami sampaikan, “Juara itu 1 pak!”, sapa kami. Motto kami, “Kami Datang, Kami Berjuang, Kami Menang!” pun selalu ada pada diri kami sebagai seorang yang pantas jadi juara. Hasil akhir pak Rossy dan timpun harus bisa menerima kegembiraan dijuara 2. Alhamdulillah kami Juara 1 lagi, bahkan dari 3 piala yang ada kami membawa pulang 2 piala juara 1 dan 3.

            “Ya Allah Aku Ikhlas Juara 1 lagi”, malu rasanya berkata dan menuntut orang lain juara sedang kita sendiri tidak juara, dan ingat “Juara itu 1”. Setatu ketiga dengan kalimat yang sama saya tuliskan di BBM, kali ini sebelum berangkat ke Jakarta untuk mengikuti Lomba Kreativitas Guru Nasional 2015 yang diselengarakan Kemdikbud. Alhamdulillah dari peserta se-Indonesia yang mengirimkan berkas saya masuk 20 besar sebagai finalis nasioanal.
Untuk mempertanggungjawabkan hal tersebut saya harus mengikuti serangkaian seleksi lagi untuk disebut sebagai juara.

Dari test psikologi, pedagogic dan profesional kami lakukan dulu sebelum test terkhir presentasi dan wawancara dihadapan 5 penguji yang hebat-hebat. Rasa “juara itu 1”, masih ada didada ini. “Ya Allah Aku Ikhlas juara 1 lagi”, doa itupun yang tidak terlewat diselesai Sholat. Alhamdulilah setelah pengumuman, “Juara 1 LKG 2015 kategori SMP Sains, Mulyono, S.Si SMP IT PAPB Semarang”, Suara itu terdengar menggema di Ballroom Kemdikbud Jalan Jendral Soederman 56 Jakarta. Alhamdulillah Juara 1 lagi menjadi kenyataan, dan kali ini saya sendiri yang mengalami. Setelah itu pun berbagai juara 1 telah saya lakoni berkali-kali. Semoga begitu pula dengan anda! Aamiin.